KUKAR : Setelah beberapa hari bergulat dengan genangan air akibat hujan deras, di Kecamatan Loa Kulu kian membaik. Perlahan tapi pasti, air yang sempat membanjiri halaman, jalan, bahkan ruang keluarga warga mulai surut. Upaya cepat dan terpadu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara bersama berbagai pihak membuahkan hasil.
Abdal, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, menyampaikan bahwa saat ini genangan masih tersisa di empat titik, termasuk Dusun Lebaho Lais dan Dusun Ukung. Namun, tak semua wilayah terendam, hanya area tertentu yang masih menjadi perhatian.
“Kondisi berbeda-beda, ada yang tergenang di halaman, ada juga rumah yang kemasukan air,” jelasnya, Rabu (16/4/2025).
Ketinggian air pun bervariasi. Di beberapa titik, air masih bertahan hingga 150 cm, cukup tinggi untuk melumpuhkan aktivitas warga. Namun, kabar baiknya, sebagian besar wilayah terdampak kini menunjukkan kemajuan signifikan.
Sekitar 15 personel BPBD Kukar dikerahkan langsung ke lapangan. Mereka tak hanya memantau debit air, tapi juga mendistribusikan bantuan logistik dan berkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan. Kehadiran mereka memberi ketenangan tersendiri bagi warga yang masih berjaga.
Sementara itu, anggota BPBD Kukar, Eko, menyebutkan bahwa pada Selasa (16/4), kondisi sudah jauh lebih baik. Bahkan, tenda pengungsian di Dusun Rempanga, Desa Sungai Payang, mulai dibongkar karena situasi dianggap aman.
“Warga sudah bisa kembali ke rumah, dan aktivitas mulai berjalan normal,” ujarnya.
Meski begitu, siaga belum benar-benar dicabut. Beberapa titik, seperti Dusun Ukung di Desa Jembayan Tengah, masih menjadi perhatian. Personel BPBD tetap ditempatkan untuk berjaga-jaga, memastikan tak ada kejutan dari alam yang datang tiba-tiba.
“Kami tetap siaga. Meski air mulai surut, kami harus pastikan warga benar-benar aman,” tegasnya. (dk)

















