TENGGARONG- Rabu (27/12/2023), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara mengadakan simulasi pemungutan suara Pemilu 2024. Simulasi dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25 Jalan Gunung Belah Arsapati 6 RT 51 Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong.
Komisioner KPU, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Moch Amin, mengatakan bahwa simulasi ini merupakan yang kedua kalinya digelar di Kukar, setelah yang pertama sukses dilaksanakan bersama KPU RI pada Juli 2023 lalu.
“Untuk simulasi ini agendanya adalah perintah dari KPU RI, dimana semua KPU di Kabupaten/Kota itu melaksanakan begitu juga dengan Kukar. Dalam simulasi ini melibatkan 150 pemilih di TPS 25.” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam simulasi ini juga melibatkan PPK di 20 Kecamatan. Hal tersebut bertujuan agar simulasi bisa dilihat oleh publik, juga bisa mengevaluasi apa kekurangan yang ada dan nanti mereka menyesuaikan di wilayah masing-masing.
“Makanya kami utamakan ada disabilitas dan kondisi-kondisi tertentu, ketika mereka (PPK) di wilayah masing-masing sudah bisa beda-beda di tiap situasinya dan mereka bisa mengkondisikan sendiri. Makanya kawan-kawan PPK stanbay sampai selesai penghitungan semalam malamnya.”ungkapnya.
Harapannya dengan adanya simulasi ini bisa mengevaluasi proses di TPS dan diharapkan sudah mengetahui tentang proses pencoblosan di TPS, sehingga pada 14 Februari 2024 sudah tak kaget lagi.
Ia menambahkan untuk surat suara yang digunakan dalam simulasi ini di dapat dari KPU RI dan formatnya, KPU Kukar tinggal cetak sendiri. Tapi kalau kartu suara yang digunakan bukan surat suara asli, kemudian pecetakan bukan pecetakan yang asli.
“Kita hanya kondisikan pemilih, agar tau ketika datang ke TPS ini lho surat suara.Karena hal yang paling prinsip adalah warna surat suara, abu abu untuk presiden dan wakil presiden, sampai hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota minimal itu dulu. Kalau isinya semuanya tidak berkaitan dengan calon dan peserta pemilu dan semuanya disiapkan oleh KPU RI dan KPU yang melaksanakan.” tuturnya.
Sementara Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat yang hadir dalam acara simulasi tersebut, memberikan apresiasi apa yang dilaksanakan oleh KPU Kukar untuk mengadakan simulasi pemilu, karena ini bagian terpenting sebelum penyelenggaraan pemilu di hari H nya.
Sebagai uji coba, bahwa bagaimana proses pemungutan suara ini berjalan dengan tertib, aman, dan damai. Kemudian bagaimana penghitungan suara dan sebagainya ini bisa menjadi dasar pada saat pelaksanaan sudah tidak canggung lagi.
“Jadi kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Harapannya kedepan pertama petugas di seluruh TPS sudah siap dan mengetahui peran dan fungsinya sudah dipahami semua. Dan yang kedua untuk masyarakat harus aktif dan berpartisipasi penuh. Jadi tidak ada lagi yang namanya pemilih golput. Jadi harus hadir, minimal masyarakat terlibat langsung.”katanya.(dk1)

















