KUKAR : Meski target program Dedikasi 25.000 nelayan dan pemberdayaan telah tercapai pada 2024 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para nelayan di wilayah tersebut.
Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya fokus pada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) serta memfungsikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang telah dibangun sebelumnya.
“Dukungan terhadap pemberdayaan nelayan tetap berlanjut. Fokus kami saat ini adalah mendorong pembangunan SPBUN dan optimalisasi TPI. Ketersediaan bahan bakar adalah kebutuhan vital bagi para nelayan,” ungkap Muslik Senin (14/4/2025).
Ia menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan tiga SPBUN di wilayah Samboja, Muara Jawa, dan Anggana. Namun hingga saat ini, belum ada yang terealisasi secara fisik. Kendati demikian, proses menuju pembangunan telah berjalan, terutama dalam hal pengurusan perizinan.
“Proses perizinan cukup kompleks, melibatkan beberapa dokumen seperti surat ukur kapal dari KSOP, serta rekomendasi dari pemerintah provinsi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tambahnya.
Untuk wilayah Samboja, perizinan sebenarnya sudah terbit. Namun terdapat kendala akibat perubahan tata ruang, karena wilayah tersebut kini masuk dalam kawasan otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Muslik juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendorong pihak PT. MGRM untuk membantu merealisasikan pembangunan SPBUN ini.
“Harapannya, paling lambat pada tahun 2026, SPBUN sudah bisa terbangun sesuai target, meskipun sampai saat ini realisasi fisiknya masih belum terlihat,” pungkasnya (adv/dk)

















