KUKAR : Pembangunan Jembatan Tenggarong kini memasuki tahap akhir. Proyek strategis yang digarap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ini menunjukkan progres signifikan dengan capaian fisik sekitar 90 persen. Target penyelesaian ditetapkan hingga akhir Desember 2025, seiring upaya pemerintah mempercepat konektivitas wilayah perkotaan.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada pengecoran bentang tengah jembatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting yang menentukan kekuatan dan stabilitas struktur utama.
“Per 27 Oktober lalu progres mencapai 84 persen, dan setelah pengecoran bentang tengah selebar sekitar 20 meter, kami perkirakan sudah mendekati 90 persen,” ungkap Linda belum lama ini.
Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap dan terencana, mencakup sisi Kartini, bagian penjahitan struktur, hingga pembuatan oprit atau pendekat jembatan dari arah Monumen Barat depan Masjid Agung Tenggarong.
“Pengurukan jalan existing menuju jembatan akan segera dimulai. Karena posisi jalan lebih rendah dari elevasi jembatan, prosesnya harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya presisi,” tambahnya.
Selain aspek teknis, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat. DPU Kukar menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Kukar untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas saat proyek memasuki tahap finishing dan pengaspalan.
“Akan ada penyesuaian arus lalu lintas nanti, mungkin diberlakukan satu arah sementara, tergantung hasil pembahasan dengan instansi terkait,” jelasnya.
Pada tahap akhir, pekerjaan akan difokuskan pada pengaspalan bentang tengah dan pemasangan atribut keselamatan jembatan, seperti railing, marka jalan, serta lampu penerangan.
Linda juga menyebut adanya sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama terkait pemindahan utilitas milik PDAM, PLN, dan Telkom yang melintasi area proyek.
“Kami sudah berkoordinasi sejak tahun lalu agar pemindahan dilakukan secepatnya. Namun, prosesnya agak lambat karena pihak pemilik utilitas masih membahas soal pembiayaan pemindahan. Padahal, sesuai regulasi, itu menjadi tanggung jawab mereka,” tegasnya.
Terlepas dari berbagai tantangan, Linda optimistis pengerjaan Jembatan Tenggarong dapat diselesaikan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kemajuan dan keterhubungan masyarakat Kukar.
“Jembatan ini akan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas warga Tenggarong. Selain memperlancar mobilitas, keberadaannya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperindah wajah kota,” tutupnya. (adv/and)

















