KUKAR : Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan kesetaraan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya generasi mandiri melalui berbagai program keterampilan hidup.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, mengatakan, keberadaan SKB dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu menyelesaikan masalah pendidikan warga putus sekolah dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Warga yang ikut SKB tidak hanya sekadar mengejar ijazah Paket A, B, atau C. Mereka juga mendapat pelatihan menjahit, tata boga, hingga kursus keterampilan lain yang bisa langsung dijadikan modal usaha,” jelasnya Rabu (20/8/2025).
Menurut Pujianto, langkah tersebut diambil karena pemerintah daerah menyadari bahwa dunia kerja formal memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, warga didorong agar mampu membuka peluang usaha sendiri atau masuk ke pasar kerja dengan bekal keterampilan bersertifikat.
“Kalau hanya berijazah tapi tidak punya keterampilan, mereka akan sulit bersaing. Dengan pelatihan bersertifikat, warga punya nilai tambah untuk melamar kerja di perusahaan maupun industri,” tambahnya.
Disdikbud Kukar juga menempatkan SKB di wilayah dengan tingkat putus sekolah cukup tinggi, sehingga masyarakat di pelosok tetap memiliki kesempatan menuntaskan pendidikan dan sekaligus memperoleh pelatihan.
Dengan konsep terpadu ini, SKB diharapkan menjadi motor perubahan, mencetak warga yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga produktif dan mandiri secara ekonomi.
“Harapannya, pendidikan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan. Itulah arah besar yang sedang kita jalankan melalui SKB,” tutupnya (Adv/dk)

















