KUKAR : Awal tahun ajaran baru kerap menjadi momen penuh tantangan bagi orang tua. Selain harus menyiapkan perlengkapan sekolah, biaya seragam kerap menjadi beban tersendiri. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan program bantuan seragam gratis tetap berjalan tahun ini.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan meski anggaran dinas mengalami efisiensi hingga empat kali, program seragam gratis tidak akan terganggu.
“Kami ingin memastikan program prioritas ini tetap ada karena langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Bantuan seragam dialokasikan sebesar Rp1,2 juta untuk setiap siswa PAUD, Rp1,5 juta bagi siswa SD, dan Rp1,8 juta untuk tingkat SMP. Menurut Pujianto, angka tersebut cukup signifikan dalam meringankan biaya yang biasanya harus dikeluarkan orang tua di awal tahun sekolah.
“Efisiensi memang berdampak luas, tetapi untuk program ini Insya Allah tidak berpengaruh. Begitu Perbup selesai ditandatangani, SK penerima akan segera kami tetapkan, dan bantuan bisa langsung disalurkan ke sekolah,” jelasnya.
Selain membantu biaya pendidikan, Pujianto menekankan bahwa seragam gratis juga berperan dalam pemerataan akses. “Semua siswa memiliki hak yang sama. Dengan seragam yang layak, anak-anak akan lebih percaya diri belajar di sekolah,” tambahnya.
Disdikbud Kukar pun berkomitmen menjaga transparansi dan ketepatan sasaran distribusi bantuan. Mekanisme penyaluran akan dilakukan bekerja sama dengan pihak sekolah agar setiap siswa penerima benar-benar memperoleh haknya.
Pujianto berharap keberlanjutan program ini dapat menjadi upaya jangka panjang menekan angka putus sekolah di Kukar.
“Kalau orang tua terbantu, maka anak-anak bisa lebih fokus belajar tanpa harus terbebani soal biaya seragam,” tegasnya.(Adv/dk)

















