Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar: Anak-Anak Tidak Boleh Jadi Korban Penyegelan Sekolah

269
×

Disdikbud Kukar: Anak-Anak Tidak Boleh Jadi Korban Penyegelan Sekolah

Share this article
dc1a6354 ae63 4cae acb4 e3b90e55008f 1
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto (dk)
Example 468x60

KUKAR : Kasus penyegelan TK Negeri 1 Muara Wis pada 4 Agustus 2025 mendapat perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar). Meski gedung sekolah dipasangi spanduk penyegelan akibat persoalan antara kontraktor dan penyedia barang, Disdikbud menegaskan kegiatan belajar anak-anak harus tetap berjalan.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebut permasalahan yang terjadi bukan tanggung jawab dinas. “Kewajiban kami sudah selesai. Barang ada, maka kami bayar. Persoalan ini murni urusan perdata antara kontraktor dan penyedia barang. Tidak seharusnya merembet sampai menyegel sekolah,” ungkapnya, Jumat (15/8/2025).

Pujianto menilai tindakan penyegelan dapat menciderai aset negara sekaligus mengganggu hak anak untuk belajar. Ia menegaskan, jika hal itu dibiarkan, kasus ini berpotensi masuk ranah pidana. “Kalau sampai menghambat proses pembelajaran, itu sudah bisa dianggap melanggar hukum,” tegasnya.

Untuk sementara, Disdikbud Kukar masih menempuh jalur persuasif dengan meminta pihak penyegel melepas spanduk. Namun jika tidak ada penyelesaian, langkah hukum akan ditempuh.

“Kami sudah mencoba komunikasi, tapi kalau tetap tidak ada itikad baik, kami akan bersurat resmi, bahkan bisa membawa masalah ini ke jalur hukum,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kontraktor yang mestinya bertanggung jawab masih sulit dihubungi. Disdikbud berharap persoalan ini segera selesai agar fokus utama tetap terjaga, yaitu memastikan hak anak-anak di Muara Wis untuk memperoleh pendidikan tidak terganggu. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *