KUKAR : Memasuki Oktober 2025, realisasi keuangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai sekitar 63 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. Angka tersebut dinilai sejalan dengan progres fisik pekerjaan yang tengah berjalan di seluruh bidang Dinas PU Kukar.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan dan Aset Dinas PU Kukar, Rizali, mengatakan bahwa penyerapan keuangan ini menunjukkan kinerja yang cukup baik karena masih berada dalam jalur target yang ditetapkan pada awal tahun anggaran.
“Penyerapan ini sudah sesuai dengan progres pekerjaan yang dilaksanakan di seluruh bidang Dinas PU. Kami optimistis hingga akhir 2025 realisasinya bisa mencapai 100 persen, karena sebagian besar pekerjaan telah mendekati tahap akhir,” ujar Rizali, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, tingkat penyerapan keuangan tersebut tidak lepas dari sinergi yang baik antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Beberapa bidang bahkan menunjukkan capaian tertinggi, seperti Bidang Bina Marga (BM), Cipta Karya (CK), Sumber Daya Air (SDA), serta Bina Konstruksi dan Bagian Umum serta Keuangan.
“Dalam sistem penyerapan ini ada yang dibayarkan secara termin dan ada yang full di akhir kontrak, sesuai dengan kesepakatan awal antara penyedia dan Dinas PU,” jelasnya.
Meski demikian, Rizali tetap mengingatkan para penyedia jasa agar melakukan penagihan secara rutin setiap kali termin pekerjaan selesai. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran arus keuangan dan mempercepat penyerapan anggaran.
“Kami mendorong rekanan untuk lebih aktif dalam proses administrasi penagihan, agar realisasi keuangan dapat terserap maksimal dan tidak menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.
Pihaknya yakin, dengan ritme kerja dan pengawasan yang baik, penyerapan keuangan maupun progres fisik pembangunan di Dinas PU Kukar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan rencana.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan perbaikan dan peningkatan jalan serta jembatan di berbagai wilayah Kutai Kartanegara.
“Kami fokus mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan, tetapi tetap menjaga kualitas sesuai spesifikasi teknis dan perencanaan awal. Semua proses diawasi agar hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran,” jelas Linda.
Ia menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan pekerjaan di bidang Bina Marga berjalan relatif lancar dan tidak mengalami kendala yang berarti. Hambatan yang muncul biasanya hanya disebabkan oleh faktor cuaca, terutama saat curah hujan tinggi yang mengganggu proses pengerjaan lapangan.
“Kalau ada keterlambatan, biasanya hanya karena hujan. Tapi secara umum, seluruh pekerjaan bisa dirampungkan di akhir 2025 ini,” katanya.
Menurut Linda, proyek-proyek pembangunan jalan dan jembatan memiliki dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang aksesnya sebelumnya terbatas. Oleh karena itu, percepatan pembangunan menjadi prioritas utama agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kami ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat langsung. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempermudah mobilitas, dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Dinas PU Kukar juga berkomitmen untuk menjaga kualitas setiap pekerjaan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, pengawasan lapangan dilakukan secara rutin guna memastikan tidak ada deviasi dari perencanaan teknis yang dapat menurunkan mutu hasil pekerjaan.
“Kami ingin memastikan bahwa hasil pembangunan yang dilakukan tahun ini benar-benar berkualitas dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat Kukar,” ungkap Linda.
Dengan capaian keuangan yang sudah melampaui separuh target dan progres fisik yang terus meningkat, Dinas PU Kukar optimistis seluruh program prioritas dapat diselesaikan sesuai jadwal. Harapannya, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan tahun 2025 ini dapat menjadi pondasi kuat bagi kemajuan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. (Adv/dk)

















