Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Penyeragaman Lapak di Pasar Tangga Arung, Disperindag Kukar Tegaskan Belum Bersifat Wajib

265
×

Penyeragaman Lapak di Pasar Tangga Arung, Disperindag Kukar Tegaskan Belum Bersifat Wajib

Share this article
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fatullah. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fatullah. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Menanggapi keluhan sejumlah pedagang di Pasar Tangga Arung Square yang merasa terbebani dengan rencana penyeragaman meja, kursi, dan spanduk lapak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum bersifat wajib.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fatullah, menyampaikan bahwa penyeragaman lapak, khususnya di area kuliner, pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kerapian dan estetika pasar agar terlihat lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.

Namun demikian, Sayid menegaskan pihaknya tidak ingin kebijakan tersebut justru memberatkan pedagang yang saat ini masih dalam tahap awal menjalankan usaha di pasar yang baru direvitalisasi tersebut.

“Sebenarnya kita ingin rapi, penyeragaman itu untuk kerapian saja. Tapi sementara ini kami tidak menuntut,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, prioritas pemerintah daerah saat ini adalah memastikan para pedagang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, memperoleh keuntungan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan pasar yang baru.

“Kami ingin mereka tumbuh dulu, berkembang dengan baik, mereka punya keuntungan yang lebih. Baru itu secara bertahap kita atur,” jelasnya.

Seiring dengan rencana penataan tersebut, Disperindag Kukar juga menyiapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengadaan meja dan kursi yang seragam di area kuliner pasar.

Sayid menjelaskan, kerja sama dengan pihak ketiga nantinya dilakukan melalui sistem sewa, sehingga pedagang tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli perlengkapan sendiri.

“Nanti kita kerja sama dengan pihak ketiga. Kursi dan meja disediakan secara seragam dan disewakan, supaya rapi. Jangan sampai ada kursi kayu yang sudah reot atau kursi plastik yang tidak matching,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema tersebut akan dirancang agar tidak memberatkan pedagang, sekaligus tetap menjaga kerapian dan citra Pasar Tangga Arung Square sebagai pasar rakyat yang modern dan tertata.

“Intinya kita ingin rapi, seragam, tapi sewanya juga tidak jauh memberatkan pedagang,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *