Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARHeadline

Pemkab Kukar Siapkan Relokasi 150 Rumah, Wajah Kota Tenggarong Bakal Berubah

226
×

Pemkab Kukar Siapkan Relokasi 150 Rumah, Wajah Kota Tenggarong Bakal Berubah

Share this article
Jamuan makan siang Bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Bertempat di Pendopo Odah etam Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
Jamuan makan siang Bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Bertempat di Pendopo Odah etam Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana penataan kawasan permukiman di sepanjang bantaran Sungai Tenggarong, khususnya di kawasan Jalan Kartini dan Jalan Panjaitan. Program tersebut mencakup rencana relokasi sekitar 150 rumah warga sebagai upaya menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata sekaligus mengurangi risiko banjir.

Rencana tersebut dibahas dalam jamuan makan siang bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (6/11/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas proposal penataan kawasan yang sebelumnya disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, kepada pemerintah pusat di Jakarta.

jamuan2

Bupati Aulia Rahman Basri mengatakan, penataan Kota Tenggarong menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena posisinya sebagai wajah atau etalase Kabupaten Kukar. Namun, upaya tersebut tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat yang selama ini telah bermukim di kawasan bantaran sungai.

Menurutnya, Pemkab Kukar ingin memastikan proses relokasi berjalan secara humanis dengan tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian dan kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

“Kita berusaha sehumanis mungkin untuk melakukan proses penataan ini sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh proses penataan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah belajar dari pengalaman penataan kawasan sebelumnya di sepanjang Sungai Mahakam. Saat itu, sebagian warga yang telah direlokasi ternyata tidak dapat bertahan di lokasi baru karena berbagai pertimbangan, termasuk persoalan penghasilan dan aktivitas ekonomi.

Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Karena itu, Pemkab Kukar tengah menyiapkan sejumlah skema relokasi, mulai dari pembiayaan hingga penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.

ia menyebutkan, terdapat sekitar 150 rumah yang masuk dalam rencana relokasi. Sejumlah alternatif lokasi telah disiapkan, di antaranya kawasan Mangkurawang dan Jongkang. Hunian yang direncanakan untuk warga juga mengarah pada rumah tipe 36.

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Kukar telah menyusun kebutuhan anggaran berdasarkan tahapan pelaksanaan. Meski demikian, proses penataan masih memerlukan koordinasi lintas kewenangan, terutama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang memiliki tanggung jawab terhadap penanganan sungai.

Ia menegaskan, relokasi harus berjalan beriringan dengan penataan bantaran dan pengerukan sungai. Sebab, apabila warga dipindahkan tanpa disertai tindak lanjut terhadap kawasan yang ditinggalkan, tujuan utama program tersebut dikhawatirkan tidak tercapai.

Selain menciptakan permukiman yang lebih layak, penataan ini diharapkan dapat mendukung pengendalian banjir di Tenggarong melalui normalisasi Sungai Tenggarong.

Sementara itu, Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung rencana penataan kawasan tersebut. Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi yang disiapkan untuk mendukung program perbaikan permukiman di Tenggarong.

Menurutnya, penataan tidak hanya berfokus pada relokasi rumah warga, tetapi juga perlu didukung pengembangan kawasan baru yang lebih sehat dan memiliki infrastruktur memadai. Bahkan, terdapat potensi lahan sekitar 400 hektare yang dapat disiapkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan kawasan, termasuk permukiman.

Ia mengatakan, pemerintah pusat nantinya akan membantu pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Selain itu, keterlibatan pengusaha dan pengembang perumahan juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya penyediaan hunian baru.

Ia menilai, penataan kawasan permukiman merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, bersih, dan indah, sejalan dengan gerakan Indonesia ASRI yang diarahkan Presiden.

Ia berharap Tenggarong dapat menjadi salah satu kawasan percontohan dalam percepatan penataan permukiman di Pulau Kalimantan.

“Saya kira itu bisa menjadi percontohan nanti. Tenggarong bisa menjadi salah satu kawasan yang paling cepat kita restorasi,” pungkasnya (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *