KUKAR: Kerusakan jalan nasional di wilayah Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian pemerintah desa. Kondisi jalan yang mengalami amblas dan retakan tersebut dikhawatirkan semakin parah hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan pihaknya telah dua kali menyurati Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar kerusakan jalan tersebut segera mendapatkan penanganan.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat, termasuk jalur transportasi angkutan barang dan jasa yang menghubungkan wilayah Kukar dengan kawasan hulu.
“Harapan kami segera ditindaklanjuti karena jalan ini merupakan akses utama aktivitas masyarakat, termasuk angkutan barang dan jasa. Kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan distribusi sembako ke wilayah hulu akan terganggu,” ujarnya Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, apabila kondisi jalan semakin memburuk hingga mengalami longsor atau keruntuhan, pengguna jalan terpaksa harus melewati jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.
Bahkan, distribusi logistik berpotensi dialihkan melalui Samarinda. Kondisi tersebut tentu akan menambah waktu dan biaya perjalanan, yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Kalau harus memutar lewat Samarinda, jaraknya tentu lebih jauh dan biaya distribusi bertambah. Otomatis harga barang juga bisa ikut naik,” jelasnya.
Erwin menegaskan, jalan tersebut berstatus jalan nasional sehingga kewenangan penanganannya berada di bawah BPJN. Statusnya sama seperti ruas jalan di kawasan Margasari yang juga merupakan jalan nasional.
Dari sisi antisipasi keselamatan, pemerintah desa sebelumnya telah memasang rambu-rambu peringatan dan baliho agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. Namun, baliho tersebut kini mengalami kerusakan.
Pihaknya berencana kembali memasang rambu dan baliho baru sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Terlebih, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, sudah ada beberapa pengguna jalan yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
Terkait tingkat kerusakan, Erwin menyebut bagian jalan yang mengalami keruntuhan memang tidak terlalu panjang. Namun, retakan telah menjalar ke badan jalan di sekitarnya.
Jika dihitung dari bagian yang mengalami penurunan hingga area terdampak retakan, panjang kerusakan diperkirakan mencapai 20–30 meter.
Ia berharap BPJN segera melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin meluas dan mengancam keselamatan pengguna jalan serta menghambat kelancaran distribusi logistik menuju wilayah hulu Kukar.
Diketahui sebelumnya, jalan amblas juga terjadi di Dusun Margasari Desa Jembayan dan mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Untuk itu, warga yang melintas dihimbau agar tetap berhati-hati ketika melintas di jalan yang amblas tersebut. (and)

















