KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun infrastruktur dasar bagi masyarakat, terutama akses jalan di wilayah pedalaman. Salah satunya adalah pembangunan jalan poros di Kecamatan Muara Muntai yang kini telah menunjukkan progres nyata di lapangan.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, menyampaikan bahwa pekerjaan jalan poros tersebut saat ini sudah terealisasi sekitar satu kilometer di ruas Jalan Uloh. Informasi terakhir, progres pengerjaan pada akhir September lalu sudah mencapai 50 persen dan diperkirakan terus meningkat mendekati 75 persen.
“Pembangunan ini diharapkan dapat rampung sesuai dengan kontrak yang berlaku tahun ini,” jelasnya Rabu (10/9/2025).
Meski menghadapi tantangan teknis yang cukup besar, pemerintah daerah tidak pernah surut langkah. Kondisi jalan yang berada di tepi Sungai Mahakam dengan badan jalan relatif sempit tidak menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, menjadi pemacu semangat untuk menghadirkan solusi terbaik.
“Idealnya, untuk jalan rigid dibutuhkan lebar minimal 5,5 meter ditambah bahu jalan. Namun di lapangan, kondisi berbeda-beda. Pemerintah tetap hadir dengan strategi tepat agar jalan ini bisa diwujudkan,” tambah Linda.
Tantangan lain adalah kondisi tanah di wilayah Muara Muntai yang cenderung labil dan sebagian besar berupa rawa. Dengan keterbatasan anggaran, Dinas PU Kukar memilih langkah cerdas dan efektif: membangun jalan secara bertahap. Bila ada ruas yang tanahnya sudah cukup stabil, langsung dilakukan pengecoran sehingga masyarakat segera merasakan manfaat. Strategi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak menunggu sempurna, melainkan bergerak cepat memberikan hasil.
“Kadang ada yang mengira pembangunan tidak maksimal karena masih ada bagian jalan yang berupa urukan. Padahal, bukan begitu kenyataannya. Justru dengan kondisi tanah seperti ini, jika langsung dicor semuanya tanpa proses bertahap, hasilnya bisa retak dan rusak. Pemerintah daerah memilih jalan yang lebih bijak pelan tapi pasti, namun kualitas terjaga,” tegas Linda.

Ia juga menambahkan, pemerintah tidak hanya berpikir jangka pendek, tetapi juga memastikan agar pembangunan jalan ini memberi dampak jangka panjang. Konsolidasi tanah dengan metode khusus memang membutuhkan biaya besar. Namun dengan perencanaan matang, pembangunan tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.
“Kita ingin setiap rupiah anggaran benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Itu yang selalu menjadi komitmen kami,” ujarnya.
Dengan pembangunan jalan poros Muara Muntai ini, manfaat langsung akan segera dirasakan masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan perikanan semakin mudah, dan akses menuju layanan kesehatan maupun pendidikan lebih cepat dijangkau. Infrastruktur jalan ini bukan hanya beton dan aspal, melainkan denyut nadi ekonomi masyarakat yang membawa perubahan nyata.
Tak hanya itu, pembangunan ini juga mencerminkan kepedulian pemerintah daerah untuk memperhatikan wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis. Meski membutuhkan biaya lebih besar dibanding daerah lain, Pemkab Kukar tidak pernah mengesampingkan kebutuhan masyarakat Muara Muntai.
Sebaliknya, pembangunan terus diprioritaskan agar daerah yang dulu sulit dijangkau perlahan-lahan berubah menjadi wilayah yang terbuka dan produktif.
“Kami selalu berupaya menghadirkan yang terbaik. Dengan segala keterbatasan, pekerjaan jalan ini tetap berjalan dan akan diselesaikan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang layak, karena itu adalah hak mereka,” ungkap Linda.
Pembangunan jalan poros Muara Muntai menjadi bukti bahwa komitmen, kerja keras, dan dedikasi pemerintah daerah benar-benar hadir untuk masyarakat. Jalan yang sedang dibangun bukan hanya infrastruktur, melainkan simbol harapan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi warga di tepian Sungai Mahakam. (Adv/and)

















