Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Muara Kaman Ulu, Desa dengan Potensi Perikanan, Pertanian, dan Wisata Sejarah

146
×

Muara Kaman Ulu, Desa dengan Potensi Perikanan, Pertanian, dan Wisata Sejarah

Share this article
4e1472b8 3842 4c22 96f1 2e4c1af3441b
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra (dk)
Example 468x60

KUKAR : Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian palawija, hingga pariwisata sejarah dan alam.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menyebutkan bahwa sekitar 85 persen masyarakat desa menggantungkan hidup dari sektor perikanan, sementara sisanya, sekitar 15 persen, bergerak di bidang pertanian palawija.

“Fokus utama memang ada pada dua sektor itu. Namun, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, kami tidak hanya mengandalkan perikanan dan pertanian, melainkan juga pariwisata. Karena ujung tombak ekonomi lain yang bisa dikembangkan adalah UMKM, terutama ketika sektor pariwisata tumbuh,” jelas Hendra Rabu (13/8/2025).

Sebagai lokasi ibu kota kerajaan tertua di Nusantara, yakni Kerajaan Kutai Martadipura, Desa Muara Kaman Ulu menyimpan peninggalan bersejarah berupa Prasasti Yupa. Saat ini, prasasti asli disimpan di Museum Nasional Jakarta sejak masa Presiden Soekarno, sementara di desa tersedia replika yang tetap ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, setiap tahun ratusan umat Hindu dari Bali datang ke desa ini untuk beribadah, menandakan kuatnya daya tarik religi dan sejarah Muara Kaman Ulu.

Selain wisata sejarah, sektor pertanian palawija juga cukup menjanjikan. Rata-rata tiap kelompok tani mengelola lahan seluas dua hektare dengan berbagai komoditas, seperti terong, cabai, tomat, semangka, hingga melon. Jenis tanaman yang dibudidayakan menyesuaikan kondisi musim. Pemerintah juga mendukung dengan memberikan bantuan berupa hand tractor, alat semprot, mesin pemotong rumput, serta bibit pertanian.

Di sisi lain, Muara Kaman Ulu juga memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah menarik. Panorama matahari terbit di sisi barat desa menjadi daya tarik tersendiri. Untuk mengoptimalkan potensi itu, pemerintah desa berencana membangun pelantaran berbahan kayu ulin, seperti yang ada di Timbau dan Tanjung. Rencana tersebut akan didukung melalui program CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar.

Meski demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan pariwisata. Tahun 2025 ini, pemerintah desa hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp75 juta untuk pembangunan pelantaran. Targetnya, pada 2026 minimal tersedia Rp100 juta, termasuk untuk penyusunan perencanaan teknis.

“Kami lakukan secara bertahap. Meski tidak bisa sekaligus, progres pembangunan harus tetap berjalan agar berkelanjutan,” tegas Hendra.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, Desa Muara Kaman Ulu optimistis potensi besar yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat identitas desa sebagai pusat peradaban sejarah di Kutai Kartanegara. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *