KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata kembali akan menggelar lomba-lomba tradisional seperti Miskat, Jepen, dan lomba kuliner khas Kutai pada bulan September mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong.
Plt. Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini masih akan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasi kegiatan rencananya tetap dipusatkan di Stadion Rondong Demang, seperti tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami kembali menghadirkan lomba Miskat, Jepin, dan kuliner khas Kutai sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Jadwalnya dirancang bertepatan dengan momentum ulang tahun Tenggarong,” ujar Ivan Minggu (4/5/2025).
Saat ini, lanjutnya, konsep kegiatan masih dalam tahap penyusunan. Ia memastikan bahwa setelah konsep final, pihaknya akan menyampaikan perbedaan maupun peningkatan dari pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Program ini adalah hasil kolaborasi antara Dispar Kukar dan PKK, yang sama-sama berkomitmen mengangkat budaya lokal,” tambahnya.
Dalam hal partisipasi, rencananya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 18 kecamatan di Kukar akan kembali dilibatkan, sebagaimana pelaksanaan tahun lalu. Setiap peserta akan turut berkontribusi memeriahkan event tahunan ini.
Lebih lanjut, Ivan menyebut adanya rencana pelibatan Bank Indonesia sebagai salah satu mitra dalam kegiatan ini. Selain itu, Ketua PKK Kabupaten juga mendorong agar desa-desa dari seluruh kecamatan dapat turut ambil bagian dalam lomba.
Namun, mengingat jumlah desa yang cukup banyak, Dispar Kukar mempertimbangkan sistem perwakilan untuk efisiensi pelaksanaan.
“Kemungkinan besar setiap kecamatan akan mengirim dua peserta sebagai representasi desa-desa,” jelas Ivan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi, promosi budaya, serta wadah kreativitas masyarakat Kukar.
“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi juga ruang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan cinta budaya lokal,” tutupnya. (adv/dk)

















