KUKAR: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Tenggarong resmi dimulai, Senin (13/7/2026). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan MPLS tahun ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik baru kelas VII, tetapi juga melibatkan seluruh siswa kelas VIII dan IX dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang.
Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, mengatakan materi untuk siswa kelas VII mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara itu, siswa kelas VIII mendapatkan penguatan mengenai Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sedangkan siswa kelas IX dibekali materi yang berfokus pada persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun sekolah lanjutan lainnya.
“Seluruh kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah. Setelah itu, kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga menjelang salat zuhur, kemudian ditutup dengan salat berjamaah sebelum siswa pulang,” ujar Yunus kepada dutakaltimnews com Senin (13/7/2026).
Pada tahun ajaran baru ini, SMP Negeri 2 Tenggarong menerima 288 peserta didik baru. Jumlah tersebut menyesuaikan kuota yang diajukan sekolah karena masih terkendala keterbatasan sarana berupa meja dan kursi untuk satu ruang kelas tambahan.
Menurut Yunus, apabila fasilitas tersebut telah tersedia, sekolah sebenarnya mampu membuka hingga 10 rombongan belajar (rombel) dengan daya tampung lebih dari 320 siswa. Saat ini, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pengadaan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perubahan dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Selain melibatkan seluruh siswa, durasi kegiatan juga diperpanjang dari tiga hari menjadi lima hari. Materi yang diberikan disusun bersama oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar.
Metode pembelajaran juga dibuat lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga diajak menonton video edukatif, berdiskusi, serta mengaitkan nilai-nilai yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari.
Perubahan lainnya adalah keterlibatan pengurus OSIS yang kini hanya berperan sebagai pendamping guru. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memberi peran besar kepada senior, seluruh rangkaian MPLS kini dipandu langsung oleh guru agar suasana belajar lebih nyaman dan ramah bagi peserta didik.
Yunus berharap seluruh siswa dapat mengikuti MPLS dengan baik dan merasa senang berada di lingkungan sekolah. Saat ini SMP Negeri 2 Tenggarong memiliki total 888 siswa.
Meski demikian, sekolah masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan tempat ibadah untuk pelaksanaan salat berjamaah serta pasokan air bersih yang berkurang akibat musim kemarau.
Di sisi lain, sekolah juga menerapkan kebijakan ramah lingkungan dengan melarang kantin menjual minuman dalam kemasan sekali pakai. Siswa diimbau membawa tumbler dan wadah makanan sendiri untuk mengurangi sampah plastik.
Sebagai bentuk keterbukaan, pihak sekolah juga mempersilakan orang tua menyaksikan langsung proses MPLS di ruang kelas selama tidak mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah melalui Kepala Bidang Pendidikan SMP, Emy Rosana Saleh, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Tenggarong.
Menurut Emy, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai rambu-rambu dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disepakati bersama MKKS SMP.
Ia menjelaskan, materi MPLS menitikberatkan pada pengenalan lingkungan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, tata tertib sekolah, serta penguatan pendidikan karakter.
Selain pengenalan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, siswa juga mendapatkan materi tentang budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga edukasi mengenai penyimpangan seksual.
“Yang terpenting, kami memastikan seluruh pelaksanaan MPLS berjalan dengan baik, sesuai SOP, serta mampu memberikan bekal karakter yang kuat kepada para peserta didik sejak awal memasuki tahun ajaran baru,” kata Emy. (and)

















