Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Lomba Seni Budaya Kutai Ramaikan Erau, Panitia Tegaskan Aturannya

424
×

Lomba Seni Budaya Kutai Ramaikan Erau, Panitia Tegaskan Aturannya

Share this article
Technical Meeting Lomba Seni Budaya Kutai, Erau 2025.(Irvan)
Technical Meeting Lomba Seni Budaya Kutai, Erau 2025.(Irvan)
Example 468x60

KUKAR: Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Puji Utomo, mengemukakan, beragam lomba seni dan budaya tradisional digelar untuk memeriahkan Pesta Adat Erau 2025.

Ini disampaikannya dalam Technical Meeting yang digelar di Gedung Serbaguna Disdikbud Kukar, Rabu (17/9/2025).

Ia menegaskan kegiatan ini dibagi menjadi 4 kategori lomba, yakni tarsul, tari jepen, musik tingkilan dan lagu Kutai.

Puji menjelaskan, khusus untuk lomba musik tingkilan, format yang dilombakan adalah tingkilan tradisional, bukan versi modifikasi modern.

“Artinya, seperti ibu-ibu zaman bahari. Dasar pilihan itu karena kami ingin membangun kembali budaya tradisi yang asli. Itu memang tupoksi kami, yaitu pembinaan dan pelestarian. Kalau pengembangan bisa ditambah musik dengan alat-alat lain, asal tidak menghilangkan tradisi asalnya,” ujarnya.

Lomba ini terbuka untuk umum tanpa batasan usia.Namun, peserta dibatasi maksimal 20 orang per kategori, dengan total hadiah yang disiapkan sebesar Rp 70 juta.Puji mengingatkan soal aturan penting di masing-masing cabang lomba.

Untuk Tarsul, kata dia, tutur kata dan bahasanya harus jelas, dan dilarang menggunakan syair yang bersifat menghasut atau berbahasa kotor.

Sedangkan untuk tari jepen, dia mengingatkan tidak boleh ada kreasi baru.“Tari jepen harus ditampilkan sebagaimana aslinya. Durasi tarian juga dibatasi maksimal 5 menit, karena terkait efisiensi waktu,” tututnya.

Selain itu, lanjut Puji, seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Kutai, seperti baju cinan, baju miskat atau baju takwo.

Sementara itu, lokasi lomba dipusatkan di Halaman Stadion Rondong Demang, Tenggarong.”Erau ini kesempatan kita untuk menampilkan seni-seni tradisional. Kami berharap melalui ajang ini, budaya asli Kutai bisa terus dikenal, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ucapnya. (*van/adv)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *