KUKAR: Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat adanya peningkatan kunjungan wisata selama momentum libur Natal dan Tahun Baru. Sejumlah destinasi unggulan mengalami lonjakan pengunjung, terutama di kawasan wisata yang selama ini menjadi favorit masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, peningkatan kunjungan cukup terasa, khususnya di Pulau Kumala.
“Untuk sementara yang kami dapatkan, kunjungan di Pulau Kumala itu lumayan meningkat,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Selain Pulau Kumala, destinasi Pantai Tanah Merah Samboja juga tercatat sebagai lokasi wisata yang rutin mengalami lonjakan pengunjung setiap musim liburan.
“Pantai Tanah Merah itu memang langganan setiap libur, baik Natal, libur sekolah, maupun libur panjang lainnya, selalu meningkat,” jelas Arianto.
Meski demikian, Arianto mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan data persentase kenaikan kunjungan secara rinci. Perhitungan baru akan dilakukan setelah masa libur Natal dan Tahun Baru berakhir.
“Nanti setelah libur selesai, baru kita hitung berapa persen peningkatannya,” katanya.
Dari sisi pendapatan, Arianto menyebutkan bahwa pada periode libur akhir tahun sebelumnya, Dinas Pariwisata Kukar berhasil menghimpun pendapatan asli daerah (PAD) hampir Rp150 juta dari retribusi masuk sejumlah objek wisata.
“Retribusi itu berasal dari Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala, Waduk Panji, dan Planetarium,” ungkapnya.
Namun demikian, untuk Planetarium, saat ini masih terdapat kendala teknis pada peralatan yang menyebabkan operasional belum maksimal.
“Beberapa hari terakhir setelah difungsikan ada kendala teknis, peralatan kami mengalami error. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki supaya sisa libur Natal dan Tahun Baru masih bisa dinikmati masyarakat,” ucapnya.
Terkait pengelolaan parkir di kawasan wisata, Arianto menjelaskan bahwa saat ini masih dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah dan belum melibatkan pihak ketiga.
“Sementara ini belum ada kerja sama dengan pihak ketiga, masih kita kelola sendiri,” jelasnya.
Ke depan, Dispar Kukar berencana menata pengelolaan parkir di seluruh objek wisata secara lebih profesional dengan melibatkan pihak ketiga serta penggunaan peralatan modern.
“Kita ingin pendapatan lebih transparan dan mudah-mudahan bisa meningkat,” tutupnya. (*van)

















