Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Pisah Sambut Kalapas Tenggarong, I Wayan Lanjutkan Program dan Targetkan Lapas Lebih Mandiri

215
×

Pisah Sambut Kalapas Tenggarong, I Wayan Lanjutkan Program dan Targetkan Lapas Lebih Mandiri

Share this article
Malam Pisah Sambut dan Ramah Tamah dalam rangka Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong.(Irvan/dutakaltimnews.com)
Malam Pisah Sambut dan Ramah Tamah dalam rangka Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong.(Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai malam pisah sambut serta ramah tamah, dalam rangka serah terima jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong dari Suparman kepada I Wayan Nurasta Wibawa, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Jumat (17/4/2026) Malam.

Dalam kesempatan tersebut, I Wayan Nurasta Wibawa resmi diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong yang baru, menggantikan Suparman yang telah menjabat selama kurang lebih satu tahun delapan bulan.

Wayan menyampaikan dirinya sebelumnya bertugas di Lapas Banyuwangi sebelum dipercaya memimpin Lapas Tenggarong. Ia menegaskan akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis pendahulunya.

“Beliau tadi sudah menjelaskan apa saja yang sudah diperbuat untuk kemajuan Lapas Tenggarong. Tentunya kami akan melanjutkan apa yang sudah dicanangkan dan yang sudah dilakukan, bahkan kalau bisa kami tingkatkan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak asing dengan Kalimantan Timur karena sebelumnya pernah bertugas di wilayah tersebut, tepatnya di Nunukan selama satu tahun sepuluh bulan, sebelum kemudian pindah ke Banjarbaru, Banyuwangi, dan kini ke Tenggarong.

Menurutnya, tantangan memimpin Lapas Tenggarong akan dihadapi dengan kerja sama bersama seluruh pihak, baik pemerintah daerah, Forkopimda, maupun stakeholder lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi tantangan bisa kita hadapi bersama. Kita akan bekerja sama dengan semua pihak untuk melakukan hal-hal terbaik bagi Lapas Tenggarong,” katanya.

Meski belum ingin membeberkan program spesifik yang akan dijalankan, Wayan menegaskan fokus utamanya adalah menciptakan Lapas Tenggarong yang bersih dari narkoba dan peredaran barang-barang terlarang, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Yang penting teman-teman wartawan pantau kami, baik dalam permasalahan narkoba maupun pembinaan kemandirian. Mudah-mudahan ke depan Lapas Tenggarong menjadi lapas yang bersih dari narkoba, bebas dari barang-barang terlarang, dan menjadi lapas yang mandiri,” tegasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Kalapas lama Suparman menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, hingga masyarakat Kutai Kartanegara yang selama ini telah mendukung berbagai program pembinaan di Lapas Tenggarong.

Salah satu program yang paling ia prioritaskan selama menjabat adalah pengembangan pesantren di dalam lapas sebagai upaya pembinaan keagamaan dan pengendalian diri bagi warga binaan.

“Ada satu agenda yang paling kami utamakan sejak pertama datang ke sini yaitu Kami ingin membangun pesantren di dalam Lapas Tenggarong bersama pemerintah daerah dan pihak terkait,” ungkapnya..

Menurutnya, program pesantren tersebut bertujuan untuk membentuk pengendalian emosi dan kesadaran diri warga binaan agar mereka memahami kesalahan yang telah dilakukan dan memiliki kesempatan memperbaiki diri.

Saat ini, kurang lebih 100 warga binaan telah mengikuti kegiatan pesantren tersebut.

Selain itu, Suparman juga berpesan kepada seluruh pegawai agar tetap menjaga integritas dan menjalankan tugas dengan baik, terutama dalam menjaga nama baik institusi pemasyarakatan.

“Saya berharap jangan sampai ada pegawai yang terkena masalah disiplin atau bahkan harus dikeluarkan. Tugas kita adalah menjaga lapas ini, menjaga pegawai, dan menjaga marwah institusi,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Suparman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pegawai, Dharma Wanita, serta seluruh pihak yang selama ini bekerja sama dengannya apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Tentu banyak kesalahan yang saya lakukan selama bertugas di Lapas Tenggarong. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *