KUKAR: Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim cabang olahraga dayung yang berlangsung pada 5–12 Desember 2025. Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur menurunkan atlet terbaik mereka demi memperebutkan tiket menuju Porprov 2026 di Kabupaten Paser.
Kukar yang tampil impresif sepanjang BK Porprov. Tuan rumah sukses mengoleksi 16 medali, terdiri dari 4 emas, 4 perak, dan 8 perunggu.
Kabid Pembinaan dan Prestasi PODSI Kukar sekaligus Pelatih PODSI Kukar, Junaidi, mengungkapkan bahwa persiapan tim sebenarnya belum mencapai kondisi terbaik.
“Persiapan kami baru 70 persen, karena puncaknya itu nanti di Januari untuk persiapan Porprov tahun depan. Tapi alhamdulillah, dengan kondisi ini saja kami sudah bisa mengumpulkan setengah dari total medali yang dipertandingkan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Dalam BK kali ini, Kukar menurunkan 32 atlet di berbagai nomor lomba, seperti Dragon Boat, Traditional Boat Race (TBR), Canoeing (K1, K2), hingga Kayaking (K1, K2, K4). Menurut Junaidi, dukungan dari pemerintah daerah turut mendorong peningkatan prestasi atlet.
“Alhamdulillah, ada bantuan dari Kemenpora, juga dari Dispora melalui PPLP. Atlet PPLP yang diasuh Dispora itu kemarin dapat emas, dan di POPNAS pun mereka meraih perunggu,” jelasnya.
Prestasi yang terus meningkat tersebut menjadi dasar bagi PODSI Kukar untuk mengajukan dukungan tambahan demi pengembangan cabang olahraga dayung ke depan. Meski demikian, Junaidi tidak menampik bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama soal keterbatasan waktu latihan. Mayoritas atlet masih berstatus pelajar sehingga jam latihan sering berbenturan dengan sekolah.
“Anak sekolah biasanya pulang jam 3. Waktu latihan di air jadi kurang. Kadang ada dispensasi, kadang tidak. Tapi kami tetap cari cara untuk menutupi kekurangan ini,” tambahnya.
Kendala tersebut diperkirakan dapat teratasi saat Training Center (TC) dimulai tahun depan, karena jadwal latihan akan lebih teratur dan dukungan semakin maksimal.
Kukar sendiri memiliki sejarah panjang di cabang olahraga dayung. Mereka pernah menjadi juara umum pada 2010, 2016, dan 2018. Meski sempat turun ke posisi kedua karena kehilangan dua medali pada ajang sebelumnya, Junaidi optimistis tahun ini Kukar mampu kembali menjadi yang terbaik.
“Target kami jelas, ingin merebut kembali juara umum. Melihat kondisi sekarang, kami optimis. Tinggal bagaimana kita menaikkan medali perunggu jadi perak, perak jadi emas,” pungkasnya. (*van)

















