Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Pelepasan Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G, Bupati Kukar Dorong Peserta Manfaatkan Peluang Kerja di Batam

377
×

Pelepasan Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G, Bupati Kukar Dorong Peserta Manfaatkan Peluang Kerja di Batam

Share this article
Pelepasan Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G Sebelum Keberangkatan Menuju Petrotekno Training Center Batam. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Pelepasan Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G Sebelum Keberangkatan Menuju Petrotekno Training Center Batam. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pelepasan Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G sebelum keberangkatan menuju Petrotekno Training Center Batam digelar di Gedung Pendopo Odah Etam Tenggarong, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan kerja sama pelatihan vokasi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan SKK Migas.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses peningkatan kompetensi sekaligus peluang kerja bagi generasi muda Kukar.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh SKK Migas melalui badan usaha K3S.

“Pembiayaan kegiatan ini full 100 persen ditanggung oleh SKK Migas melalui K3S. Uangnya dari para kontrak karya seperti PHN, PHSS, dan ENI. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui SKK Migas sebagai regulator,” ujarnya.

Aulia menerangkan bahwa Pemkab Kukar berperan dalam proses perekrutan peserta, sementara SKK Migas menggandeng Petrotekno sebagai lembaga pelaksana yang telah memiliki sertifikasi serta spesifikasi pelatihan profesional di bidang welder.

“Ini sudah tahun ketiga kita melaksanakan program ini dan Alhamdulillah hasilnya luar biasa,” ungkapnya.

Ia menyebut para peserta pelatihan tahun-tahun sebelumnya terbukti mampu meningkatkan taraf hidup karena setelah lulus mereka langsung dibantu penempatan kerja.

Aulia juga memberikan pesan khusus kepada peserta agar memanfaatkan peluang kerja yang terbuka luas di Batam.

“Tadi saya pesankan jangan buru-buru pulang kampung. Di Batam banyak sekali membutuhkan tenaga welder atau tukang las. Setelah selesai pelatihan, mereka sudah siap kerja,” tuturnya.

Aulia menegaskan bahwa peserta yang mengikuti program ini diprioritaskan dari keluarga berpenghasilan rendah, mulai desil 1 hingga desil 4. Langkah ini sekaligus menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di Kukar.

“Harapan kita, ketika mereka bekerja dan mendapat penghasilan, mereka bisa membantu keluarga di rumah. Ini akan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Plt. Sekretaris Distransnaker Kukar Lukman menambahkan, bahwa pelatihan ini menargetkan 13 peserta dengan durasi 3,5 bulan. Selain menerima pelatihan teknis, peserta juga wajib memperoleh sertifikat dan disalurkan ke dunia usaha dan industri.

“Kami menekankan kepada lembaga pelaksana agar peserta tidak hanya selesai mendapatkan sertifikat, tetapi juga harus ditempatkan di dunia kerja sesuai kompetensinya. Ini yang paling penting,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini sepenuhnya dibiayai Petrotecno serta diprioritaskan bagi peserta dari wilayah pesisir, seperti Muara Badak, Anggana, Marangkayu, hingga Samboja, sesuai kebutuhan tenaga kerja dari KKKS yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Pesan Bupati jelas, kegiatan seperti ini tidak boleh terhenti. Tahun depan bukan hanya kuantitas peserta yang perlu ditingkatkan, tetapi juga kualitas pelatihannya,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *