Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Hoaks Kebakaran Beredar Saat Api Berkobar di Jalan Belida, Petugas Sempat Terkecoh

264
×

Hoaks Kebakaran Beredar Saat Api Berkobar di Jalan Belida, Petugas Sempat Terkecoh

Share this article
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Beredarnya informasi kebakaran palsu saat petugas berjibaku memadamkan api di Jalan Belida Gang Raul RT 007, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (20/7/2026) malam, sempat mengganggu proses penanganan di lapangan.

Laporan yang menggunakan video lama tersebut memicu informasi adanya kebakaran di lokasi lain sehingga sempat memecah konsentrasi petugas pemadam kebakaran dan relawan yang tengah berupaya menjinakkan kobaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan informasi yang beredar merupakan video lama kebakaran di kawasan Al Jawahir yang kembali dibagikan seolah-olah terjadi pada saat yang bersamaan.

“Video yang beredar itu ternyata video lama, kejadian di Al Jawahir. Karena itu saya langsung meminta seluruh anggota dan relawan untuk tidak panik. Dalam situasi seperti ini kami harus tetap tenang agar tidak kehilangan fokus saat menangani kebakaran yang sedang terjadi,” katanya.

Menurutnya, sempat ada laporan yang menyebut terjadi kebakaran di dua titik berbeda. Bahkan, beberapa personel menginformasikan status A1 sehingga berpotensi memecah konsentrasi petugas di lapangan.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Fida memutuskan tidak langsung mengerahkan seluruh armada. Ia hanya mengirim petugas bermotor untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan.

“Saya mengambil keputusan agar seluruh armada tetap bertahan. Yang saya kirim hanya petugas bermotor untuk memastikan apakah benar ada kebakaran. Setelah dicek ke beberapa lokasi, termasuk Kampung Baru dan Mangkurawang, ternyata tidak ada kejadian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua unit pemadam dari Pos Patimura juga sengaja tidak diberangkatkan ke lokasi kebakaran utama pada tahap awal. Armada tersebut disiagakan sebagai cadangan apabila laporan kebakaran di lokasi lain benar-benar terjadi.

“Makanya dua unit dari Pos Patimura tidak saya gerakkan sejak awal. Saya minta tetap siaga untuk mengantisipasi jika memang ada kebakaran di lokasi lain. Alhamdulillah setelah dipastikan, informasi itu tidak benar,” jelasnya.

Meski sempat mengganggu koordinasi, Fida menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya unsur kesengajaan di balik penyebaran informasi tersebut. Namun, ia telah meminta relawan menelusuri asal mula pesan yang beredar di sejumlah grup komunikasi.

“Saya minta teman-teman relawan mencari tahu siapa yang pertama menyebarkan informasi itu. Bisa saja hanya meneruskan pesan dari orang lain. Yang terpenting bagi kami adalah menjadikan ini sebagai pelajaran agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Fida mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi kebakaran tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Menurutnya, laporan yang tidak akurat dapat mengganggu penanganan kejadian yang sedang berlangsung dan membahayakan keselamatan petugas maupun relawan.

Selain mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik, kompor, maupun faktor lainnya.

“Ya, himbaunnya itu tidak ada yang lebih selain kita sama-sama meningkatkan

siap siagakan, kewaspadaan, ya kan.

Mau itu dampak yang berasal dari listrik maupun kompor, maupun hal-hal lainnya,” ungkapnya.

Fida mengatakan sistem komando akan terus diperkuat dengan memastikan seluruh personel mengacu kepada satu incident commander. Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi perbedaan instruksi yang berpotensi menghambat proses penanganan di lapangan.

“Ya, kami pun sebagai petugas aparat juga berbenah terus. Jadi berbenah terus, artinya begini, saya punya tiga peleton. Setiap tiga peleton itu punya kelebihan dan kekurangan. Makanya saya juga pernah evaluasi untuk pergerakan setiap peletun itu juga menjadi evaluasi kami. Jangan sampai nanti ada peleton yang kuat, ada yang lemah dalam melaksanakan tugas. Tadi saya pantau salah satunya ada miskomunikasi. Miskomunikasi dalam arti kata begini, digerakkan tiga bergerak dua atau digerakkan empat cuma bergerak dua. Nah itu yang mau saya benahin dalam konteks komando, insiden komander itu harus mengacu kepada satu orang. Jadi tidak boleh komando itu pecah,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *