Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Distribusi MBG di SMPN 3 Tenggarong Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah

204
×

Distribusi MBG di SMPN 3 Tenggarong Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah

Share this article
SMPN 3 Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
SMPN 3 Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut berlaku hingga 8 September 2026.

Koordinator MBG SMP Negeri 3 Tenggarong, Suprihatin, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG tersebut merupakan permintaan dari pihak sekolah.

“Kalau dari pihak MBG, distribusi masih tetap dilakukan di tempat-tempat lain. Namun, khusus untuk SMP Negeri 3 Tenggarong, distribusinya diliburkan,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, pihak MBG tidak keberatan dengan keputusan tersebut selama sekolah mengajukan surat permohonan. Selanjutnya, surat tersebut akan diproses melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Tidak keberatan, asalkan pihak sekolah membuat surat permohonan,” katanya.

Suprihatin menambahkan, untuk sekolah lain yang juga menghentikan sementara distribusi MBG selama libur sekolah, dirinya belum mengetahui secara pasti.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Tenggarong, Inawati, mengatakan siswa tidak mempermasalahkan penghentian sementara distribusi MBG karena mereka saat ini mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Tanggapan anak-anak biasa saja. Karena mereka belajar dari rumah, jadi mereka tidak kecewa atau bagaimana, biasa saja,” katanya.

Menurut Inawati, keputusan menghentikan sementara distribusi MBG juga mempertimbangkan pengalaman saat libur sekolah sebelumnya.

Ketika siswa berada di rumah, mereka cenderung enggan datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan MBG.

“Anak-anak kami biasanya kalau sudah berada di rumah, kemudian harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG, mereka cenderung malas. Akhirnya, banyak makanan MBG yang tidak diambil,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan pengalaman sebelumnya, hanya sekitar 20 hingga 25 persen siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil makanan MBG saat masa libur.

Meski demikian, makanan yang tidak diambil tersebut tidak dikembalikan kepada SPPG.

“Ada siswa-siswa kami yang memang kami tahu membutuhkan makanan tersebut. Jadi, kami panggil untuk datang ke sekolah dan mengambil lebih banyak untuk dibawa pulang ke rumah,” ungkapnya.

Inawati mengatakan, pihak sekolah memiliki data siswa yang membutuhkan bantuan makanan tersebut di setiap kelas. Data itu mencakup siswa dari total 30 kelas yang ada di SMP Negeri 3 Tenggarong.

“Tidak dikembalikan. Jadi memang dimanfaatkan untuk anak-anak kami yang membutuhkan. Kami memiliki datanya, setiap kelas ada data siswa yang membutuhkan. Dari 30 kelas, kami punya datanya,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika masa libur sekolah nantinya diperpanjang, keputusan terkait kelanjutan penghentian distribusi MBG akan kembali dibahas oleh kepala sekolah dan pihak sekolah bersama SPPG.

“Yang pasti, sampai tanggal 8 sudah mendapat persetujuan,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan kebijakan distribusi MBG, Ia menegaskan sekolah diperbolehkan menghentikan sementara distribusi selama masa libur, termasuk seperti yang dilakukan SMP Negeri 3 Tenggarong.

Menurutnya, keputusan tersebut dapat dilakukan melalui kesepakatan antara pihak sekolah dan SPPG.

“Boleh. Diserahkan ke sekolah, nanti anak-anak yang ambil ke sekolah atau gurunya. Kalau yang memilih untuk meliburkan MBG-nya di sekolah, ya tetap boleh juga,” katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan maupun penghentian sementara distribusi MBG selama masa libur sekolah disesuaikan dengan kesepakatan antara sekolah dan SPPG.

“Jadi kesepakatan antara SPPG dengan sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *