KUKAR: Kondisi layanan air bersih di Kecamatan Anggana dan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berangsur membaik setelah sebelumnya terdampak intrusi air laut.
Instalasi pengolahan air di Anggana kini sudah kembali dapat dioperasikan, sementara layanan di Sanga-Sanga masih terbatas dan belum bisa berjalan selama 24 jam.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan secara umum kondisi air baku masih dapat dioperasikan. Namun, masih terdapat satu instalasi yang pengoperasiannya harus dilakukan secara terbatas, yakni di Kecamatan Sanga-Sanga.
“Untuk kondisi air baku umumnya masih bisa dioperasikan. Hanya satu cabang yang masih harus dikolaborasi, yaitu Sanga-Sanga,” ujarnya, Jumat (4/8/2026).
Sebelumnya, dua instalasi pengolahan air di Kecamatan Anggana dan Sanga-Sanga sempat tidak dapat dioperasikan akibat tingginya kadar klorida pada air baku yang telah melampaui ambang batas.
Suparno menjelaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan meningkatnya debit Sungai Mahakam karena hujan, melainkan akibat pasang air laut yang mendorong air laut masuk hingga ke wilayah Anggana.
“Air laut pasang mulai naik sehingga air laut itu terdorong sampai ke Anggana. Kadar kloridanya saat pasang melebihi ambang batas yang distandarkan, yaitu 250. Kemarin sampai 1.600, tentunya ini tidak bisa kita operasikan,” jelasnya.
Namun, saat ini puncak pasang telah berlalu sehingga intrusi air laut tidak lagi mencapai perairan yang menjadi sumber air baku di Anggana.
“Alhamdulillah saat ini pasang puncak sudah lewat, sehingga air laut tidak sampai ke perairan Mahakam, terutama di Anggana. Sekarang sudah bisa dioperasikan,” katanya.
Sementara untuk Sanga-Sanga, Suparno menyebut operasional masih dilakukan secara terbatas dan belum dapat berjalan kontinu selama 24 jam. Hal itu karena sumber air baku di wilayah tersebut berasal dari Sungai Mahakam yang masuk melalui anak Sungai Sanga-Sanga.
“Air itu sepertinya terjebak di sana. Tetapi ini kami tetap operasikan, hanya belum kontinu,” ungkapnya.
Ia berharap hujan segera turun dalam beberapa pekan ke depan sehingga kondisi sumber air baku kembali optimal dan seluruh instalasi dapat beroperasi maksimal.
“Kami berharap minggu-minggu ini ada turun hujan sehingga bisa maksimal kita operasikan kembali 24 jam,” harapnya.
“Bukan karena kekurangan air baku. Memang ada maintenance rutin yang kami lakukan. Ada beberapa penggantian gate valve ke arah sana, sehingga kontribusi air kita bisa lancar kembali,” terangnya.
Dengan kondisi cuaca dan sumber air yang masih belum sepenuhnya stabil, masyarakat juga diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih dan menyiapkan cadangan air di rumah.
“Kami sarankan supaya menampung air bersih. Kita sudah tahu proyeksi hujan sampai kapan, jadi selalu antisipasi, berhemat dalam menggunakan air bersih dan menampung,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan pihaknya siap membantu masyarakat di Kecamatan Sanga-Sanga dan Anggana apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Meski hingga saat ini belum menerima permohonan distribusi air dari kedua wilayah tersebut, BPBD Kukar tetap membuka bantuan apabila pemerintah desa atau kecamatan mengajukan kebutuhan.
“Untuk Sanga-Sanga dan Anggana belum ada permohonan. Kalau memang ada kebutuhan, kami siap membantu untuk distribusi air bersih, karena itu kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan air bersih dari BPBD tidak diberikan secara perorangan, melainkan berdasarkan permohonan dan pendataan dari pemerintah desa.
Setelah permohonan diterima, BPBD akan menyalurkan air dengan mengisi bak penampungan warga sesuai kebutuhan. namun
Setianto menegaskan, distribusi air nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, khususnya air untuk minum dan memasak.
“Yang kami utamakan untuk makan dan minum, bukan untuk mandi, cuci mobil dan sebagainya. Kalau memang masyarakat membutuhkan air bersih, kami siap membantu,” pungkasnya. (*van)

















