KUKAR: Akuatik Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi pertolongan pertama bagi atlet dan peserta olahraga air di Kolam Renang Junjung Buyah, Tenggarong, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para atlet dari sejumlah cabang olahraga, di antaranya renang, Selam, serta triathlon. Kegiatan ini turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar sebagai pemateri.
Sekretaris Akuatik Kukar, Reza Pahlevi mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para atlet mengenai langkah pertolongan pertama ketika terjadi insiden di kolam renang.
“Tujuannya untuk menambah wawasan kepada adik-adik kita mengenai pertolongan pertama. Apa yang harus dilakukan apabila terjadi insiden di kolam, bagaimana cara membantu, dan tindakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan BPBD Kukar yang turut memberikan pemahaman dan praktik terkait pertolongan pertama. Dukungan juga diberikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya terkait penggunaan fasilitas kolam renang.
Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan atlet maupun pengelola ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Harapannya dengan kegiatan hari ini kita bisa lebih maksimal dalam pelaksanaan di lapangan, khususnya di kolam renang ini,” jelasnya.
Sementara itu, pemateri dari BPBD Kukar, Apriatur Aiman, mengatakan pihaknya memberikan pemahaman mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada para peserta.
Menurutnya, materi tersebut penting diberikan mengingat aktivitas di kolam renang memiliki risiko terjadinya kondisi darurat, termasuk ketika seseorang mengalami lemas atau tenggelam.
“Kita hari ini dari BPBD Kukar diminta untuk sharing tentang BHD. Karena di sini posisinya rawan terjadi korban yang lemas. Jadi kita sharing BHD, artinya rekan-rekan coach maupun security mendapatkan pengetahuan untuk melakukan pertolongan pertama apabila terjadi insiden,” ujarnya.
Dengan waktu sosialisasi yang terbatas, materi yang diberikan difokuskan pada hal-hal inti yang perlu diketahui peserta ketika menghadapi kondisi darurat.
“Karena memang waktunya singkat, kita berikan inti-intinya saja. Alhamdulillah tadi mendapat sambutan yang hangat. Ada beberapa dari pengelola kolam dan coach yang juga mencoba mempraktikkannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi penting karena dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
“Intinya kalau ada insiden di sini, korban mendapatkan pertolongan pertama sebelum medis datang. Dengan begitu, peluang korban untuk selamat bisa lebih besar,” katanya.
Apriatur berharap pengetahuan yang diberikan tidak hanya diterapkan oleh peserta ketika berada di lingkungan kerja, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya semua yang ada di sini, baik coach maupun security, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Artinya tidak hanya bisa diterapkan di tempat pekerjaan, tetapi yang paling utama juga bisa diterapkan di lingkungan keluarga, misalnya kepada kerabat terdekat,” pungkasnya. (*van)

















