KUKAR: Program perlengkapan seragam sekolah gratis melalui Program Gratispol Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dirasakan peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tenggarong.
Guru Kelas sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SLB Negeri Tenggarong, Ni Putu Ariesti Suwidhiantari, mengatakan sekolahnya telah menerima bantuan perlengkapan seragam sejak tahun lalu. Bantuan tersebut kembali diterima pada tahun ajaran 2026 dan saat ini tengah dilakukan pengecekan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Sudah kami terima dari tahun lalu. Untuk seragam, sepatu, dan segala macamnya. Tahun ini juga baru datang dan masih kami cek apakah sudah lengkap dan sesuai dengan data yang kami kirimkan,” ujar Ni Putu Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, paket perlengkapan yang diterima peserta didik cukup lengkap. Paket tersebut meliputi tas, pakaian seragam, celana atau rok, dasi, ikat pinggang, jilbab bagi siswi, kaus kaki, hingga sepatu.
Menurutnya, bantuan tersebut diperuntukkan khusus bagi peserta didik baru, yakni siswa kelas 1, kelas 7, dan kelas 10. Termasuk peserta didik pindahan yang masuk sebagai siswa baru di sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, sekolah tidak menerima bantuan dalam bentuk uang. Pihak sekolah hanya mengumpulkan data dan ukuran perlengkapan yang dibutuhkan peserta didik.
“Waktu SPMB kemarin kami sudah mengirimkan tautan kepada orang tua murid. Mereka mengisi ukuran baju dan sepatu. Setelah direkap, datanya kami kirimkan kepada PIC yang mengurus bantuan untuk SLB,” jelasnya.
Saat ini, pihak sekolah masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh paket yang datang untuk memastikan jumlah dan ukuran perlengkapan sesuai dengan data yang sebelumnya disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.
Ni Putu menyebut program tersebut sangat membantu keluarga peserta didik, terutama karena sebagian besar siswa SLB Negeri Tenggarong berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Dengan adanya seragam ini sangat membantu, karena kebanyakan anak murid kami memang dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan program tidak ditemukan kendala berarti. Namun, pada tahun pertama sempat terjadi persoalan ukuran perlengkapan yang tidak sesuai karena data ukuran yang diberikan orang tua kurang tepat.
Untuk itu, pada tahun ini pihak sekolah kembali mengingatkan orang tua agar mengukur kebutuhan anak secara teliti. Sebab, perlengkapan yang telah dipesan berdasarkan ukuran tersebut tidak dapat ditukar.
“Kalau tahun lalu mungkin karena pertama kali, ada beberapa yang salah ukuran. Tahun ini kami sudah menegaskan kepada orang tua agar benar-benar mengukur dengan baik karena tidak bisa ditukar,” ungkapnya.
Terkait jumlah penerima, Ni Putu menyebut peserta didik baru di SLB Negeri Tenggarong tahun ini mencapai 61 orang dan tersebar mulai jenjang kelas 1 hingga SMA. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah pastinya karena masih mengacu pada data sekolah.
Ia berharap program seragam gratis tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin meringankan beban orang tua peserta didik.
“Harapannya semoga program ini terus ada di tahun-tahun berikutnya, supaya bisa membantu anak-anak murid yang kurang mampu di sini,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan distribusi perlengkapan seragam gratis untuk jenjang SLB dijadwalkan mulai 2 September 2026.
“Sebanyak 851 paket disiapkan untuk disalurkan kepada peserta didik di 36 SLB yang tersebar di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Program Gratispol Pendidikan mencakup 34.389 paket untuk 332 sekolah SMA/MA, 28.308 paket untuk 208 SMK, serta 851 paket untuk 36 SLB. Program tersebut menyasar peserta didik baru di sekolah negeri maupun swasta di Kaltim.
Pemerintah Provinsi Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar pada tahun ajaran 2026 untuk pengadaan paket seragam sekolah gratis. Nilai pengadaan diperkirakan sekitar Rp1 juta untuk setiap paket yang diterima siswa baru di 576 sekolah.
Program tersebut merupakan bagian dari Gratispol Pendidikan. Secara keseluruhan, pagu anggaran pendidikan Kaltim diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun hingga Rp2 triliun untuk mendukung pembiayaan pendidikan serta keberlanjutan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di Kaltim. (and)

















