Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Ikan Jelawat di Keramba Warga Muara Muntai Ulu Mati Mendadak, Diduga Dipicu Kondisi Air Surut

261
×

Ikan Jelawat di Keramba Warga Muara Muntai Ulu Mati Mendadak, Diduga Dipicu Kondisi Air Surut

Share this article
Ilustrasi Kondisi Ikan Warga di Desa Muara Muntai Ulu Mati Mendadak (Istimewa)
Ilustrasi Kondisi Ikan Warga di Desa Muara Muntai Ulu Mati Mendadak (Istimewa)
Example 468x60

KUKAR:  Sejumlah ikan jelawat di keramba milik warga Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan mati mendadak pada Selasa pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu perubahan kondisi perairan akibat air sungai yang surut dalam beberapa pekan terakhir.

Pemilik keramba, Tri, mengaku terkejut saat mendapati seluruh ikan peliharaannya mengapung dalam kondisi mati. Padahal, sehari sebelumnya ikan-ikan tersebut masih terlihat sehat.

“Baru pagi ini saya datang mengecek, semuanya sudah mengapung. Kemarin kondisinya masih sehat. Kemungkinan karena air sedang surut dan kualitas air berubah,” ujarnya Selasa (21/7/2026).

Akibat kejadian itu, Tri mengaku mengalami kerugian karena ikan jelawat yang dipelihara menjadi salah satu sumber mata pencaharian keluarganya. Ia berharap ada pemeriksaan terhadap kualitas air agar penyebab kematian ikan dapat diketahui secara pasti.

Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain, mengatakan laporan yang diterima pemerintah desa hingga kini baru berasal dari satu warga. Meski demikian, fenomena kematian ikan di keramba bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

Menurutnya, kematian ikan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi air yang surut, minimnya arus di sekitar keramba, hingga pola pemberian pakan yang berlebihan.

“Kalau air tidak mengalir dan keramba berada di lokasi yang tenang, kadar oksigen bisa berkurang. Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak juga bisa memengaruhi kondisi ikan,” jelas Husain.

Ia menambahkan, air sungai di kawasan Muara Muntai telah mengalami penyusutan selama hampir satu bulan akibat minimnya curah hujan. Meski demikian, tidak semua keramba mengalami dampak serupa.

Mayoritas masyarakat Muara Muntai Ulu diketahui menggantungkan mata pencaharian dari budidaya ikan keramba. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain jelawat, toman, ikan mas, papuyu, hingga patin.

Sementara itu, Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyebut kondisi air surut memang terjadi di sebagian besar wilayah kecamatan yang memiliki aliran Sungai Mahakam maupun kawasan danau. Namun, hingga saat ini belum ada laporan meluas terkait kematian ikan di keramba.

“Secara umum usaha keramba masih berjalan normal. Informasi kematian ikan yang kami terima baru satu kasus. Aktivitas masyarakat dan budidaya ikan sejauh ini masih berlangsung seperti biasa,” katanya.

Mulyadi menambahkan, penurunan debit air justru membuat hasil tangkapan nelayan meningkat di beberapa wilayah. Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap mengimbau para pembudidaya ikan untuk rutin memantau kondisi air dan mengatur pemberian pakan agar risiko kematian ikan dapat diminimalkan.

Pemerintah kecamatan berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan kualitas air guna memastikan penyebab kematian ikan, sekaligus memberikan langkah penanganan agar kejadian serupa tidak meluas ke keramba milik pembudidaya lainnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *