KUKAR: Krisis air bersih yang melanda masyarakat Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar.
Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama pihak terkait di Ruang Rapat Banmus DPRD Kukar, Jumat (25/9/2026).
RDP membahas percepatan pembebasan lahan (enclave) sekaligus integrasi anggaran layanan dasar di Desa Menamang Kiri untuk Tahun Anggaran 2026 dan 2027.

Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, mengatakan RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 4 Mei 2026.
Saat itu, masyarakat menyampaikan keluhan terkait minimnya akses air bersih, meski terdapat sejumlah perusahaan yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.
Menurut Desman, hingga RDP lanjutan digelar, belum seluruh perusahaan menunjukkan perkembangan sesuai yang diharapkan. Padahal, DPRD mendorong perusahaan untuk berkolaborasi membantu masyarakat melalui pembangunan sumur bor.
“RDP hari ini menindaklanjuti RDP sebelumnya. Ada aduan masyarakat di Menamang Kiri terkait pelayanan air bersih yang tidak diperoleh sama sekali. Sementara di sekitar itu ada perusahaan yang beraktivitas,” katanya.
Ia menyebut, dari tiga perusahaan yang diharapkan terlibat dalam penanganan krisis air bersih, terdapat satu perusahaan yang tidak hadir dalam RDP.
DPRD Kukar berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengetahui alasan perusahaan tersebut belum menunjukkan langkah konkret.
“Kita akan catat dan ketahui kenapa beberapa kali RDP tidak datang. Bahkan hanya meminta resume dan sebagainya, tetapi tidak ada aksi. Ini yang nanti kita pertegas dalam sidak,” tegasnya.
Meski demikian, Desman menyebut terdapat perkembangan positif dari RDP kali ini. Tiga perusahaan diharapkan kembali berkoordinasi dan dalam waktu sekitar satu pekan sudah ada hasil atau komunikasi mengenai tindak lanjut bantuan air bersih bagi masyarakat.
Pembangunan sumur bor nantinya dilakukan secara bertahap, terutama menyasar wilayah RT 5 dan RT 6 yang dinilai mengalami kondisi paling parah.
“Harapannya perusahaan berkoordinasi langsung dengan kepala desa untuk menentukan RT mana yang harus menjadi prioritas pembangunan sumur bor,” jelasnya.
Desman menyebut biaya pembangunan satu sumur bor dapat mencapai ratusan juta rupiah. Hal itu karena proses pengeboran membutuhkan tahapan dan belum tentu langsung menemukan sumber air.
Sementara itu, Kepala Desa Menamang Kiri, Jainuddin, mengatakan krisis air bersih semakin terasa saat musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah dengan menyusutnya Sungai Menamang Kiri yang selama ini menjadi salah satu sumber air masyarakat.
“Musim kemarau air mengkritisi, karena sungai menyusut. Sungai Menamang Kiri menyusut,” ujarnya.
Menurut Jainuddin, persoalan kekurangan air bersih sebenarnya telah berlangsung sekitar dua tahun. Masyarakat selama ini mengandalkan sumur biasa dan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat kondisi sungai menyusut, masyarakat terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan air bersih. Sedangkan untuk mandi, sebagian warga masih mengandalkan air sungai.
Desa Menamang Kiri memiliki enam RT. Jainuddin menjelaskan, kondisi paling parah terjadi di RT 5 dan RT 6 karena masyarakat di wilayah tersebut lebih banyak mengandalkan sumur.
Ketika musim kemarau datang dan sumber air menyusut, warga semakin kesulitan memperoleh air.
“Yang paling parah itu RT 5 dan 6. Mereka mengandalkan sumur, sementara sungainya juga kering,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah desa berharap perusahaan yang beraktivitas di sekitar Menamang Kiri dapat merealisasikan pembangunan sumur bor secara bertahap hingga kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh RT dapat terpenuhi.
Desman menegaskan, DPRD Kukar akan terus mengawal proses tersebut. Terkait bentuk bantuan, apakah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun skema bantuan lainnya, menurutnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.
“Kita hanya mendorong dan mengawal. Ada aduan dari masyarakat yang harus kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (Adv/Van)

















