Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKARKUTAI KARTANEGARA

Kolaborasi Antar OPD, Pemkab Kukar Matangkan Penataan Taman Kota dan Sentra UMKM

194
×

Kolaborasi Antar OPD, Pemkab Kukar Matangkan Penataan Taman Kota dan Sentra UMKM

Share this article
60a0b8ab 9fa5 40a5 92a3 afb0ebe397aa
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar Arianto
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan strategi penataan ruang terbuka hijau dan kawasan rekreasi kota melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, usai mengikuti rapat bersama sejumlah OPD terkait.

Rapat tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Pariwisata, dengan fokus pembahasan pada optimalisasi pemanfaatan aset daerah, salah satunya Taman Tanjong.

“Taman ini dibangun oleh Dinas PU, dengan fungsi utamanya sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Ke depan, pengembangan dan pemeliharaannya akan dilanjutkan oleh DLHK,” jelas Arianto.

Di dalam kawasan Taman Tanjong juga terdapat area teras terbuka yang dirancang untuk kegiatan rekreasi. Arianto menegaskan bahwa keberadaan teras ini bisa menjadi ruang pertunjukan seni atau aktivitas masyarakat lainnya, sehingga perlu penanganan lintas sektor yang sinergis.

“Begitu pekerjaan fisik selesai, DLHK akan fokus pada RTH-nya, Dinas Pariwisata bisa mengisi kegiatan rekreatif, dan Dishub akan menangani sistem parkir. Inilah bentuk kolaborasi terpadu yang ingin kita bangun,” tambahnya.

Penataan serupa juga direncanakan di Taman Kota Raja, yang tengah dikembangkan sebagai ruang publik terpadu. Taman ini dirancang mengakomodasi berbagai elemen, termasuk keberadaan Pujasera untuk menampung pelaku UMKM. Namun saat ini, pembangunan Pujasera masih dalam proses penyelesaian.

“Pujasera ini penting agar aktivitas UMKM tidak mengganggu estetika taman. RTH tetap bisa difungsikan sebagai tempat bersantai dan rekreasi, sementara pelaku usaha difasilitasi di tempat yang lebih tertata,” tegas Arianto.

Dinas Pariwisata berharap dukungan semua pihak agar penataan ruang ini berjalan maksimal. Tenggarong akan dijadikan proyek percontohan untuk integrasi kawasan rekreasi, sentra UMKM, serta pusat pertunjukan seni dan budaya daerah.

Tidak hanya berhenti di Taman Tanjong dan Kota Raja, Pemkab Kukar juga merencanakan revitalisasi kawasan Jam Bentong sebagai bagian dari penataan ruang kota yang inklusif dan berdaya guna. Langkah-langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Harapan kami, mulai 2025 hingga 2026 hasil dari penataan ini sudah mulai terlihat. Jika sukses di Tenggarong, maka konsep ini akan direplikasi di kecamatan-kecamatan strategis lainnya,” pungkas Arianto. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *