KUKAR : Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai penguatan arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Komunitas Belajar Kukar Pintar Idaman (KBKPI) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, menggelar Khatam Al-Qur’an, tausiyah Ramadan, berbuka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah di Aula Lantai 3 Kantor Disdikbud Kukar, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri puluhan anak dari panti asuhan di Kukar. Kehadiran mereka menambah makna sosial dan memperkuat nilai kebersamaan dalam agenda Ramadan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan bagian dari penguatan arah pendidikan berkarakter di Kukar.
“Buka puasa bersama yang digagas komunitas Kukar Pintar Idaman ini sangat baik. Kita berharap komunitas ini terus kita kembangkan karena kita memahami bahwa guru adalah garda terdepan,” ujarnya.
Guru merupakan garda terdepan dalam menentukan masa depan daerah. Ia mengingatkan agar peran guru tidak pernah diabaikan.
“Jangan pernah kita mengabaikan guru. Kalau guru kita abaikan, sama saja kita mengabaikan masa depan” tegasnya.
Menurut Heriansyah, KBKPI diharapkan menjadi embrio dalam mendukung program kepala daerah untuk menciptakan sekolah yang inklusif, inovatif, dan inspiratif.
Ke depan, kepala sekolah dan guru yang terpilih akan dipersiapkan menjadi role model melalui pelatihan integritas, inovasi, serta penguatan kerja tim.
“Harapannya, ini bisa menciptakan SDM unggul di Kutai Kartanegara. Kita tidak hanya membekali anak-anak dari sisi intelektual, tetapi juga dari sisi spiritual dan karakter,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, mengapresiasi kegiatan yang digagas KBKPI tersebut. Menurutnya, kegiatan ini telah mengimplementasikan Perda Gerakan Etam Mengaji dan sejalan dengan program dedikasi daerah sesuai RPJMD 2025–2029.
“Kita berharap komunitas ini bisa menjadi agen perubahan, meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara spiritual,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pemanfaatan program RT Rp150 juta agar turut diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan di tingkat masyarakat.
“Program itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan kualitas anak-anak kita di Kukar,” pungkasnya. (*van)

















