Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HUKUM DAN KRIMINAL

Kebut-kebutan Demi Foto dan Video, Satlantas Kukar Imbau Fotografer Tak Memotret di Poros Tenggarong-Samarinda

214
×

Kebut-kebutan Demi Foto dan Video, Satlantas Kukar Imbau Fotografer Tak Memotret di Poros Tenggarong-Samarinda

Share this article
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Aksi kebut-kebutan yang meresahkan pengguna jalan di jalur dua poros Tenggarong –Samarinda menjadi perhatian serius Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar).

Aktivitas anak-anak muda yang diduga terpancing untuk memacu kendaraan demi mendapatkan foto dan video dengan sudut menarik dinilai berpotensi memicu kecelakaan serta membahayakan warga di sekitar lokasi.

Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, mengungkapkan pihaknya telah turun langsung bersama masyarakat untuk melakukan pendekatan preventif melalui edukasi kepada para fotografer. Langkah tersebut dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026), sebagai upaya menekan potensi aksi kebut-kebutan yang dapat mengancam keselamatan di jalan raya.

Menurutnya, keinginan mendapatkan hasil foto atau video yang menarik diduga menjadi salah satu pemicu pengendara muda memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini perlu segera diantisipasi agar jalur poros yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas tidak berubah menjadi lokasi yang rawan kecelakaan.

“Kami melihat ada potensi anak-anak muda kebut-kebutan karena ingin mendapatkan angle foto atau video yang bagus. Karena itu, kami bersama masyarakat turun langsung memberikan imbauan kepada para fotografer agar aktivitas tersebut tidak memicu perilaku berbahaya di jalan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Ia menyebut, persoalan tersebut bukan sekedar soal aktivitas fotografi, melainkan menyangkut keselamatan pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur poros. Terlebih, sebelumnya sudah ada warga sekitar yang menjadi korban akibat insiden di kawasan tersebut.

Ia menegaskan, Satlantas tidak ingin aktivitas yang seharusnya menjadi sarana menyalurkan hobi justru berujung pada kecelakaan. Untuk itu, pendekatan humanis tetap dikedepankan dengan melibatkan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada para fotografer maupun anak-anak muda yang kerap berkumpul di lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perilaku berkendara berisiko sebelum menimbulkan korban lebih banyak.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan. Jangan sampai karena ingin mendapatkan foto atau video yang bagus, anak-anak muda justru kebut-kebutan dan membahayakan orang lain,” tegasnya.

Sebagai solusi, Satlantas Polres Kukar meminta para fotografer tidak lagi melakukan pemotretan di jalur dua poros Tenggarong–Samarinda. Mereka disarankan mengalihkan kegiatan ke kawasan Timbau yang kerap menjadi tempat berkumpulnya komunitas kendaraan pada hari Minggu.

Menurutnya, pemilihan lokasi yang lebih sesuai dapat menjadi jalan tengah agar kegiatan fotografi dan komunitas otomotif tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

Ia berharap imbauan tersebut mendapat perhatian serius dari para fotografer, komunitas kendaraan, serta masyarakat, sehingga aksi kebut-kebutan dapat dicegah dan jalur poros kembali aman bagi seluruh pengguna jalan.

“Kami mengimbau para fotografer agar tidak lagi memotret di jalur poros tersebut karena aktivitas itu dikhawatirkan memancing anak-anak muda untuk kebut-kebutan. Kami menyarankan agar kegiatan dialihkan ke kawasan Timbau, sehingga hobi tetap tersalurkan tanpa membahayakan keselamatan di jalan raya,” pungkasnya. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *