Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kapasitas TPS di Kukar Sering Overload, DLHK Dorong Pengelolaan Mandiri Tiap Kecamatan

306
×

Kapasitas TPS di Kukar Sering Overload, DLHK Dorong Pengelolaan Mandiri Tiap Kecamatan

Share this article
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), menyebut bahwa tempat penampungan sampah (TPS) kerap mengalami kelebihan kapasitas atau overload setiap harinya. Sehingga perlu adanya TPS disetiap kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi indikasi perlunya penambahan serta penguatan sistem pengelolaan sampah di tingkat kecamatan.

“Untuk penambahan TPS, memang saat ini kapasitas yang ada sudah sering overload setiap hari,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, untuk wilayah Kota Tenggarong, saat ini hanya terdapat satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menampung sampah dari beberapa wilayah. Kondisi ini membuat beban TPA cukup tinggi seiring meningkatnya volume sampah.

Namun demikian, pengelolaan sampah sebenarnya merupakan kewenangan Bupati yang telah didelegasikan kepada masing-masing camat. Artinya, setiap kecamatan diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri di wilayahnya.

“Setiap kecamatan diharapkan bisa mengelola sampahnya sendiri, baik melalui pembangunan TPS maupun sistem pengolahan sampah. Jika diperlukan, kami juga siap memberikan bantuan atau backup,” jelasnya.

Sebagai contoh, di Kecamatan Loa Kulu, pengelolaan sampah melalui TPS 3R menunjukkan hasil yang cukup baik. Berdasarkan laporan tahun 2025, pengelola TPS 3R di wilayah tersebut mampu mengolah sampah hingga sekitar 35 ribu ton per tahun.

Hasil pengolahan itu pun memiliki nilai ekonomi, seperti diolah menjadi kompos, paving, hingga sampah plastik yang dapat dijual kembali.

Sementara itu, untuk wilayah Tenggarong dan sekitarnya, volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 300 ton per hari. Sampah tersebut berasal dari Kecamatan Tenggarong, sebagian wilayah Loa Kulu, serta sebagian Tenggarong Seberang.

Dengan tingginya volume tersebut, DLHK Kukar mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis kecamatan agar beban TPA dapat dikurangi serta pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *