Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Operasi Ketupat Mahakam 2026, Polda Kaltim Soroti Budaya Berkendara 

291
×

Operasi Ketupat Mahakam 2026, Polda Kaltim Soroti Budaya Berkendara 

Share this article
(Tengah) Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan. (Teks foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com).
(Tengah) Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan. (Teks foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com).
Example 468x60

BALIKPAPAN: Operasi Ketupat Mahakam 2026 tak hanya mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, tetapi juga menyoroti persoalan klasik di jalan raya, rendahnya disiplin berkendara.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan, mengungkapkan bahwa sebagian besar kecelakaan yang terjadi selama operasi disebabkan oleh faktor manusia (human error), bukan semata kondisi jalan atau kendaraan.

“Faktor dominan kecelakaan adalah tidak menjaga jarak, kemudian kesalahan saat mendahului atau berpindah jalur,” ujarnya, saat Release Akhir Operasi Ketupat Mahakam 2026, di Aula Ditlantas Polda Kaltim, pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Selama operasi yang berlangsung 13–25 Maret 2026, tercatat 30 kecelakaan lalu lintas dengan 10 korban meninggal dunia, 27 luka berat, dan 11 luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp233,5 juta.

Menariknya, sebagian besar kecelakaan justru terjadi di kawasan permukiman, bukan di jalur cepat. Dari total kasus, 28 kejadian berlangsung di area permukiman, sementara sisanya di kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, jalan nasional menjadi lokasi terbanyak terjadinya kecelakaan, disusul jalan kabupaten dan provinsi.

Waktu kejadian juga menunjukkan pola yang konsisten. Puncak kecelakaan terjadi pada sore hari, terutama pukul 15.00–18.00 WITA, saat aktivitas masyarakat meningkat dan kondisi fisik pengendara mulai menurun.

Data kepolisian menunjukkan kendaraan roda dua menjadi penyumbang terbesar kecelakaan, dengan 33 unit terlibat dari total 56 kendaraan. Hal ini mempertegas tingginya risiko pengguna sepeda motor di jalan raya.

Dari sisi usia, mayoritas pelaku kecelakaan berada pada rentang usia produktif, terutama 41–45 tahun, disusul kelompok usia 26–30 tahun dan 46–50 tahun.

Sementara dari profesi, kalangan pekerja swasta mendominasi, diikuti kelompok masyarakat umum dan pelajar/mahasiswa.

Selain kecelakaan, Polda Kaltim juga mencatat total 229 gangguan kamtibmas selama operasi. Sebanyak 205 di antaranya merupakan kasus kejahatan, yang didominasi kejahatan konvensional seperti pencurian (33 kasus) dan penganiayaan (18 kasus).

Sementara itu, kejahatan transnasional tercatat 24 kasus, dengan narkotika sebagai kasus terbanyak (19 kejadian). Wilayah dengan laporan kejahatan tertinggi adalah Balikpapan (65 kasus), diikuti Samarinda (39 kasus) dan Penajam Paser Utara (20 kasus).

Dalam menekan pelanggaran, Polda Kaltim mengandalkan tilang elektronik (ETLE). Selama operasi, tercatat 854 tilang diterbitkan dan 2.936 teguran diberikan kepada pelanggar.

Selain penindakan, upaya pencegahan juga dilakukan secara masif, mulai dari penyuluhan hingga patroli. Total kegiatan preventif mencapai lebih dari 21 ribu kegiatan, ditambah belasan ribu kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Tingginya angka kecelakaan sejalan dengan lonjakan volume kendaraan. Selama periode 13–23 Maret 2026, tercatat 187.075 kendaraan melintas di Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) dan akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lonjakan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran, sekaligus tantangan bagi aparat dalam menjaga keselamatan di jalan.

Kombes Pol Ahmad Yanuari menegaskan bahwa ke depan, peningkatan keselamatan lalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perubahan perilaku pengendara.

“Kesadaran dan disiplin masyarakat adalah kunci utama. Tanpa itu, angka kecelakaan akan sulit ditekan,” tegasnya. (las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *