Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Jembatan Rebaq Rinding Nyaris Ambruk, Warga Gotong Royong Buka Akses Sambil Tunggu Perbaikan Pemkab Kukar

303
×

Jembatan Rebaq Rinding Nyaris Ambruk, Warga Gotong Royong Buka Akses Sambil Tunggu Perbaikan Pemkab Kukar

Share this article
Kondisi Jembatan Kayu di Desa Rebaq Rinding, Kecamatan Muara Muntai (Dok. Pemdes Rebaq Rinding)
Kondisi Jembatan Kayu di Desa Rebaq Rinding, Kecamatan Muara Muntai (Dok. Pemdes Rebaq Rinding)
Example 468x60

KUKAR: Jembatan penghubung di Desa Rebaq Rinding, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, yang menjadi akses utama antar desa dan jalur alternatif menuju Kutai Barat, sempat ditutup karena kondisinya membahayakan.

Warga bersama pemerintah desa akhirnya bergotong royong melakukan perbaikan darurat agar akses transportasi tidak lumpuh.

Kepala Desa Rebaq Rinding, M. Asnan, mengatakan kerusakan jembatan telah berlangsung hampir enam bulan. Kondisinya yang semakin miring membuat pemerintah desa khawatir akan memicu kecelakaan sehingga sempat menutup akses setelah berkoordinasi dengan Babinsa, pemerintah kecamatan, dan pihak terkait.

“Kami khawatir ada kendaraan yang jatuh karena kondisi jembatan semakin miring. Makanya sempat kami tutup sementara demi keselamatan masyarakat,” ujar Asnan Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, usulan pembangunan jembatan permanen telah lama diajukan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Bahkan, proses lelang proyek disebut telah selesai dan tinggal menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk memulai pekerjaan.

“Informasi dari PU, proyeknya sudah dilelang. Tinggal menunggu DPA sehingga pelaksanaannya belum bisa dimulai,” katanya.

Karena akses tersebut merupakan jalan poros yang menghubungkan Desa Rebaq Rinding, Desa Batuq hingga menjadi jalur alternatif menuju wilayah Kutai Barat, warga dari dua desa bergotong royong memperbaiki jembatan secara sementara. Jembatan dengan bentang sekitar enam meter itu kini kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meski kekuatannya masih terbatas.

Sementara itu, Kepala Desa Batuq, Suwandi, mengatakan bahwa akses jalan dan jembatan telah kembali dibuka setelah perbaikan darurat selesai dilakukan. Ia menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan struktur sementara masih layak digunakan.

“Kami berharap akses ini kembali memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian desa. Namun pengguna jalan tetap diminta berhati-hati,” ujarnya.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat melintasi jembatan.

Pengemudi kendaraan roda empat diminta memperhatikan kapasitas muatan, sementara kendaraan angkutan barang diimbau tidak membawa beban berlebihan agar tidak memperparah kondisi jembatan.

“Kami berharap pembangunan jembatan permanen oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas transportasi masyarakat kembali normal dan risiko kecelakaan dapat dicegah,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *