KUKAR: Kebakaran melanda SDN 002 Loa Janan, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu sekitar pukul 16.00 Wita. Api menghanguskan lima ruang kelas, satu ruang UKS, perpustakaan, dan kantin sekolah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 15.50 Wita saat kondisi sekolah sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
“Saya baru tiba dari Tenggarong dan hendak salat Asar ketika mendapat informasi ada kebakaran di depan. Saat saya lihat, api sudah membesar. Saya langsung menghubungi camat dan petugas pemadam kebakaran,” ujar Adi kepada dutakaltimnews.com Rabu (15/7/2026).

Menurut Adi, proses pemadaman melibatkan lebih dari 10 kelompok relawan dari berbagai wilayah, di antaranya Loa Janan, Samarinda, hingga Kukar. Sejumlah perusahaan di sekitar lokasi juga mengerahkan tiga unit mobil tangki air untuk membantu suplai air karena sumber air di lokasi sempat terbatas.
“Awalnya kami sampai mengambil air dari kolam ikan milik warga. Alhamdulillah banyak relawan yang turun sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak sempat merambat ke rumah warga,” katanya.
Ia menjelaskan bangunan yang terdampak meliputi lima ruang belajar, perpustakaan, dan kantin. Sementara beberapa ruang lainnya, termasuk laboratorium dan ruang kelas yang berada di blok terpisah, berhasil diselamatkan.
Terkait penyebab kebakaran, Adi menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Dugaan tersebut muncul setelah terlihat kabel listrik di sekitar lokasi dalam kondisi menyala. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
“Informasi awal sumber api diduga berasal dari area kantin sekolah. Dugaan sementara memang mengarah ke korsleting listrik, tetapi kami tetap menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang,” jelasnya.
Meski sebagian bangunan rusak, Adi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan berlangsung. Pihak desa bersama sekolah dan orang tua murid akan membahas skema pembelajaran bergilir menggunakan sistem sif pagi dan siang agar proses pendidikan tidak terganggu.
“Kami akan mengamankan lokasi terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah dan wali murid terkait sistem belajar sementara,” ujarnya.
Adi juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca panas dan kering yang sedang melanda wilayah tersebut.
“Kami terus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan, memastikan kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Sosialisasi sudah kami lakukan bersama Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan melalui grup RT,” katanya.
Sementara itu, Camat Loa Janan Hery Rusnadi mengatakan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita sehingga tidak berlangsung terlalu lama.
“Yang terbakar bukan seluruh gedung sekolah. Hanya lima ruang belajar, satu ruang UKS, serta kantin di bagian belakang. Rumah warga sama sekali tidak terdampak karena api hanya berada di dalam lingkungan sekolah,” ujarnya.
Hery menegaskan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan kepala sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Salah satu solusi yang disiapkan adalah pengaturan jam belajar bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 yang ruang kelasnya terdampak kebakaran.
“Kami sudah meminta kepala sekolah mengatur pembelajaran secara bergantian agar kegiatan belajar tidak terganggu. Di seberang sekolah juga ada bangunan sekolah lain yang bisa dimanfaatkan apabila diperlukan,” katanya.
Ia menambahkan laporan kejadian telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kukar, sementara laporan tertulis sedang disiapkan. Mengenai penyebab kebakaran, Hery menegaskan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
“Untuk penyebabnya kami belum berani menyimpulkan karena masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian,” tutupnya. (and)

















