Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HUKUM DAN KRIMINAL

Geger! Mayat Bayi Ditemukan di Kilometer 7 Sebulu, Polisi Sisir Data Persalinan untuk Ungkap Pelaku

264
×

Geger! Mayat Bayi Ditemukan di Kilometer 7 Sebulu, Polisi Sisir Data Persalinan untuk Ungkap Pelaku

Share this article
Mayat bayi laki-laki ditemukan di kawasan Kilometer 7, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu. (Dok. Polsek Sebulu)
Mayat bayi laki-laki ditemukan di kawasan Kilometer 7, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu. (Dok. Polsek Sebulu)
Example 468x60

KUKAR: Warga Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), digegerkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di tengah kawasan Kilometer 7, Desa Sebulu Modern. Saat ditemukan pada Kamis (10/9/2026), jasad bayi tersebut telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di lokasi yang cukup terpencil, sekitar lima kilometer dari kawasan permukiman warga. Polisi kini berpacu mengungkap siapa orang yang diduga membuang bayi tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sebulu, Novianto, mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Tim Inafis Polres Kukar dan Tim Alligator untuk melakukan penyelidikan.

Namun, lokasi penemuan yang berada di tengah hutan menjadi salah satu kendala dalam upaya mengungkap kasus tersebut.

“Hambatannya karena posisi penemuan bayi itu di tengah hutan. Lokasinya di Kilometer 7, Desa Sebulu Modern. Jadi jaraknya dari permukiman sekitar 5 kilometer untuk menuju TKP,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Aryani yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.

Saat itu, Aryani berhenti di pinggir jalan untuk memberi makan anaknya. Namun, tak lama kemudian ia mencium bau busuk yang berasal dari sekitar tempat tersebut.

Penasaran dengan sumber bau itu, Aryani kemudian melakukan pencarian. Awalnya, ia menemukan sebuah jaket berbahan kain berwarna cokelat yang berada di pinggir jalan.

Namun, saat diperiksa lebih dekat, di samping jaket tersebut terdapat jasad seorang bayi.

“Setelah dilihat lagi, ternyata di sebelahnya ada mayat bayi di atas jaket tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum dilakukan pemeriksaan.

Sementara dari hasil pemeriksaan awal, bayi itu diperkirakan lahir pada Minggu (6/9/2026).

Untuk mengungkap identitas orang yang diduga membuang bayi tersebut, polisi kini melakukan langkah penelusuran secara menyeluruh.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengumpulkan data ibu-ibu yang diketahui melahirkan dalam beberapa minggu terakhir di wilayah Kecamatan Sebulu.

Polsek Sebulu bersama Tim Alligator telah meminta data dari Puskesmas Sebulu 1 dan Puskesmas Sebulu 2.

Data tersebut kemudian akan ditelusuri satu per satu dengan mendatangi rumah warga yang tercatat baru melahirkan.

“Nanti data tersebut kami cek ke rumahnya, apakah bayinya masih ada atau tidak. Jadi kalau misalnya ada data yang melahirkan, kami cek ke rumahnya. Kalau bayinya masih ada, berarti bukan pelakunya,” jelasnya.

Tak hanya melalui Puskesmas, polisi juga bergerak ke Rumah Sakit Parikesit untuk mencari kemungkinan adanya petunjuk lain.

Petugas meminta data pasien yang datang untuk menjalani pengobatan dengan kondisi pendarahan yang diduga terjadi setelah proses persalinan.

“Siapa tahu ada yang berobat ke rumah sakit tersebut, misalnya mengalami pendarahan yang sebelumnya tidak pernah ada laporan kalau dia hamil,” katanya.

Penyelidikan juga diperluas dengan melakukan pengecekan kepada para bidan hingga warga yang biasa membantu proses persalinan atau dikenal sebagai dukun beranak.

Menurut Novianto, setiap persalinan yang ditangani tenaga kesehatan biasanya akan tercatat dan dilaporkan kepada Puskesmas.

Karena itu, data tersebut menjadi salah satu jalur yang kini ditelusuri polisi untuk mempersempit pencarian terhadap orang yang diduga terlibat.

“Kami konfirmasi semuanya. Apabila memang ada yang dalam minggu-minggu ini meminta bantuan untuk melahirkan, kemudian kami cek rumahnya,” tuturnya.

Apabila dalam penelusuran ditemukan seorang perempuan yang diketahui baru melahirkan, namun bayinya tidak berada bersamanya, hal tersebut akan menjadi petunjuk yang selanjutnya didalami oleh penyidik.

Sementara itu, jaket berwarna cokelat yang ditemukan di lokasi bersama jasad bayi turut menjadi perhatian polisi.

Jaket tersebut diduga digunakan untuk membungkus atau menjadi alas bayi sebelum ditinggalkan di kawasan hutan.

Dari jenis pakaian tersebut, Novianto menyebut terdapat dugaan sementara bahwa orang yang membuang bayi kemungkinan masih berusia muda.

“Kalau melihat jaketnya, sepertinya pelakunya remaja. Sepertinya, ya. Dilihat dari jaketnya seperti jumper, yang biasa dipakai anak muda,” jelasnya.

Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap siapa orang yang bertanggung jawab atas penemuan jasad bayi di tengah hutan Sebulu tersebut. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *