Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025 Resmi Dibuka, Angkat Kreativitas Pelajar Kukar

358
×

Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025 Resmi Dibuka, Angkat Kreativitas Pelajar Kukar

Share this article
Pembukaan Festival Museum Kayu Tuah Himba (Irvan/dutakaltimnews.com)
Pembukaan Festival Museum Kayu Tuah Himba (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menggelar Festival Museum Kayu Tuah Himba sebagai upaya menghidupkan kembali wisata sejarah dan budaya daerah. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 November 2025 ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Rangkaian festival dipusatkan di halaman Museum Kayu Tuah Himba, menampilkan berbagai karya seni dan kerajinan tangan siswa-siswi, mulai dari batik, lukisan, kerajinan dari tanah liat, hingga kuliner . Ragam kreativitas pelajar ini menambah warna sekaligus memperkaya nilai edukasi dalam festival tersebut.

Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Fadianur, mengatakan bahwa festival ini menjadi langkah penting untuk kembali menghidupkan museum sebagai ruang edukasi budaya yang produktif.

“Ini gagasan yang sangat baik karena kita ingin Museum Kayu kembali produktif seperti dulu. Beberapa tahun terakhir frekuensi pengunjung menurun. Dengan adanya festival ini, mudah-mudahan museum ini lebih dikenal dan lebih banyak dikunjungi,” ujarnya.

Ahyani menegaskan bahwa museum memiliki banyak koleksi bernilai sejarah yang perlu terus diperlihatkan kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap Disdikbud Kukar dapat memberi perhatian lebih terhadap pengelolaan museum, baik dari segi gedung maupun tata pameran agar lebih menarik setiap harinya.

Terkait karya para pelajar yang dipamerkan, Ahyani memberikan apresiasi besar. Ia menyebut kreativitas siswa-siswi menunjukkan kemajuan positif dalam bidang seni dan budaya.

“Luar biasa. Para pelajar sudah bisa memperlihatkan kreativitas, inovasi, dan inisiatif. Kita lihat ada batik, pahatan kayu, sampai seni musik. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung agar sekolah-sekolah lain juga termotivasi melakukan hal serupa,” jelasnya.

Dalam festival ini juga ditampilkan beragam pertunjukan budaya, termasuk tarsul dan cerita rakyat dalam bahasa Kutai. Yang cukup menarik perhatian adalah karya pelajar berupa gim digital bertema budaya Kukar. Gim tersebut dirancang untuk mengenalkan unsur budaya lokal melalui permainan yang interaktif.

“Ini masih dikembangkan, tapi sangat potensial. Mudah-mudahan bisa menjadi karya yang dikenal secara nasional, khususnya di kalangan gamers,” tambah Ahyani.

Pemerintah berharap festival ini dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memperluas informasi dan edukasi tentang kebudayaan Kukar. Dengan pelibatan aktif pelajar, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang regenerasi pelestarian budaya lokal.

“Semua yang dilakukan Disdikbud selama festival ini kami harapkan dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat, terutama terkait kebudayaan Kukar,” tutupnya. (*van)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *