Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Lewat Festival Museum Tuah Himba Disdikbud Kukar Bangkitkan Kembali Museum Kayu

294
×

Lewat Festival Museum Tuah Himba Disdikbud Kukar Bangkitkan Kembali Museum Kayu

Share this article
Asisten II Kukar Bersama Kabid Kebudayaan Disdikbud di Acara Festival Museum Tuah Himba. (Irvan/ Dutakaltimnes.com)
Asisten II Kukar Bersama Kabid Kebudayaan Disdikbud di Acara Festival Museum Tuah Himba. (Irvan/ Dutakaltimnes.com)
Example 468x60

KUKAR: Upaya mengangkat kembali pamor wisata sejarah di Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Museum Kayu Tuah Himba, yang berlangsung selama tiga hari pada 27–29 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan museum yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan.

Museum Kayu Tuah Himba selama ini dikenal menyimpan ragam koleksi bernilai sejarah dan edukasi, mulai dari fosil kayu berusia ratusan tahun, kayu ulin khas Kalimantan, berbagai jenis daun dari wilayah Kaltim, hingga koleksi ukiran budaya. Di Ruang Ukiran, pengunjung dapat menemukan patung Dayak Kenyah, miniatur Rumah Betang, dan aneka kerajinan kayu yang tertata rapi.

Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah buaya muara sepanjang 6 meter yang diawetkan. Hewan ini dahulu dikenal karena pernah menelan dua korban, dan kini menjadi ikon museum yang selalu mencuri perhatian pengunjung.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyatakan bahwa festival ini merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali peran museum sebagai ruang edukasi budaya.

“Pengunjung Museum Kayu sekarang hanya 3–4 orang per hari, padahal dulu bisa mencapai 40 orang bahkan lebih. Kami ingin menggiatkannya kembali dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa Museum Kayu itu ada di Kukar,” jelasnya.

Festival tahun ini juga melibatkan pelajar dari berbagai SMK yang menampilkan karya seni dan keterampilan, seperti batik, lukisan, ukiran kayu, hingga kerajinan tangan. Puji menegaskan bahwa ajang ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pembuktian bahwa kreativitas pelajar Kukar terus berkembang.

“Pelajaran mereka berkaitan dengan kesenian dan keterampilan. Semua ditampilkan di festival ini. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa kami memperhatikan karya-karya mereka,” ujar Puji.

Ia juga menambahkan bahwa para siswa bebas mengekspresikan kreativitas dalam menghasilkan motif batik sesuai imajinasi dan pengetahuan mereka dari sekolah.

Selain karya pelajar, festival ini turut menghadirkan sejumlah pelaku UMKM untuk mengisi stan yang tersedia. Meski ruang terbatas, Puji menilai keberadaan UMKM sangat penting karena menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami undang UMKM untuk mengisi stan-stan yang ada. Mereka bagian dari pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui Festival Museum Kayu Tuah Himba, Disdikbud Kukar berharap museum dapat kembali menjadi tujuan wisata edukasi yang diminati masyarakat.

“Harapan kita, Museum Kayu bisa kembali dikunjungi masyarakat Tenggarong maupun dari luar daerah. Museum ini sangat edukatif, terutama terkait dunia perkayuan. Pelajar yang tertarik pada teknologi perkayuan bisa belajar banyak di sini,” tutup Puji. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *