KUKAR: Kepala Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman, Ardinansyah, mengusulkan agar lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah lama terbengkalai, dapat dialihkan pemanfaatannya kepada masyarakat desa melalui Koperasi Merah Putih yang ada di desa setempat.
Ardinansyah menyoroti keberadaan lahan sawit milik PT Mahakam Sawit Plantation yang disebut sudah lama terbengkalai meski perusahaan telah beroperasi sejak 2012.
“Di Desa Benua Puhun ada PT Mahakam Sawit Plantation yang mulai beroperasi sejak 2012. Namun, kebun yang sudah dibuka itu sekarang terlantar,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, lahan yang tidak lagi dikelola tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia menyebut pemerintah desa siap mengelola lahan itu secara kolektif melalui Koperasi Merah Putih.
“Kalau memungkinkan, kebun yang terlantar itu diserahkan kepada desa supaya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia memperkirakan luas lahan yang telah dibuka perusahaan mencapai sekitar 700 hektare. Namun hingga kini, pemerintah desa mengaku belum pernah memperoleh penjelasan terkait pembagian lahan inti maupun plasma.
“Kami belum pernah mendapat penjelasan mana yang termasuk plasma dan mana yang menjadi kebun inti, termasuk berapa luas masing-masing,” ucapnya.
Ardinansyah juga mencontohkan pola kemitraan plasma sawit bersama PT Prima Mitra Jaya Mandiri yang dinilai berhasil meningkatkan perekonomian warga sejak 2009.
Sebanyak 634 kepala keluarga yang tergabung dalam Koperasi Tanah Sama disebut menerima penghasilan rutin dari hasil plasma sawit, dengan pendapatan rata-rata mencapai Rp3 juta per bulan dan bisa meningkat hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta saat harga tandan buah naik.
“Alhamdulillah masyarakat bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp3 juta per bulan, bahkan bisa lebih besar saat hasil kebun meningkat,” tutupnya. (*van)

















