KUKAR: SMP Negeri 6 Tenggarong mencatat prestasi dalam seleksi sekolah Adiwiyata. Sekolah tersebut memperoleh nilai sempurna, yakni 100, dalam penilaian tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tahapan menuju program Adiwiyata tingkat nasional.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, Dr. James S. Marpaung, M.Pd., mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari dukungan dan persiapan sekolah dalam mengikuti penilaian Adiwiyata.
“Beberapa waktu yang lalu kami sudah mendapatkan dukungan dari tim penilaian sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Puji syukur, kemarin kami sudah mendapatkan hasilnya dan mendapatkan nilai sempurna, nilai 100 dari 20 sekolah lainnya untuk menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” ujar James Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, program Adiwiyata menjadi salah satu program prioritas SMPN 6 Tenggarong. Pihak sekolah tidak hanya menargetkan prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga berupaya meningkatkan capaian hingga tingkat nasional.
“Program ini juga merupakan salah satu program prioritas kami untuk memajukan SMP Negeri 6 Tenggarong agar memiliki prestasi bukan hanya di jenjang kabupaten, kemudian provinsi, tetapi kami juga mencoba ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu jenjang nasional,” katanya.
Meski demikian, James menjelaskan, proses menuju Adiwiyata tingkat nasional masih harus melalui tahapan selanjutnya. Sekolah kini menunggu informasi mengenai proses lanjutan setelah penilaian.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa SMPN 6 Tenggarong saat ini telah mengikuti dan meraih nilai tertinggi dalam seleksi tingkat kabupaten sebagai bagian dari proses menuju Adiwiyata nasional.
“Jadi, sekolah Adiwiyata itu seleksinya di awal tingkat kabupaten dulu untuk menuju ke tingkat nasional. Dari beberapa sekolah yang mengikuti seleksi, tidak hanya SMP, tetapi juga ada SD. SMP Negeri 6 Tenggarong mendapatkan nilai paling tinggi dari keseluruhan sekolah yang mengikuti seleksi Adiwiyata untuk menuju ke tingkat nasional,” jelas Emy.
Menurutnya, capaian tersebut belum berarti SMPN 6 Tenggarong telah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Sekolah masih menunggu proses dan penilaian pada tahapan berikutnya.
Emy juga menjelaskan, setelah jenjang Adiwiyata nasional terdapat jenjang lanjutan, yakni Adiwiyata Mandiri. Namun, untuk sampai ke tahap tersebut, sekolah harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan dan melalui proses penilaian sesuai ketentuan.
Emy berharap semakin banyak sekolah di Kukar, khususnya jenjang SMP, yang terdorong untuk mengikuti dan mengembangkan program Adiwiyata.
“Kami berharap seluruh SMP memang didorong untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Karena sekolah Adiwiyata merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan yang kita ajarkan kepada anak-anak atau peserta didik untuk bisa menghargai, menjaga, serta melestarikan lingkungan, dan dimulai dari lingkungan sekolahnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program Adiwiyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekolah. Berbagai aspek menjadi indikator penilaian, mulai dari kesehatan sekolah, penataan lingkungan hingga pengelolaan sampah.
“Aspek Adiwiyata itu macam-macam. Ada sisi sekolah sehat, penataan lingkungan, pengelolaan sampah, dan semuanya masuk dalam indikator-indikator penilaian Adiwiyata,” pungkasnya. (and)

















