Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Air Sungai Mahakam Mulai Terintrusi Air Laut, Tirta Mahakam Droping Air Bersih ke Anggana dan Sangasanga

208
×

Air Sungai Mahakam Mulai Terintrusi Air Laut, Tirta Mahakam Droping Air Bersih ke Anggana dan Sangasanga

Share this article
Bantuan Air Bersih dari PDAM Tirta Mahakam Kukar Untuk Warga Sangasanga (Dok. Perumda Tirta Mahakam)
Bantuan Air Bersih dari PDAM Tirta Mahakam Kukar Untuk Warga Sangasanga (Dok. Perumda Tirta Mahakam)
Example 468x60

KUKAR: Intrusi air laut yang masuk ke aliran Sungai Mahakam mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi ini membuat Perumda Tirta Mahakam harus melakukan pendistribusian air bersih secara rutin kepada masyarakat terdampak.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan pihaknya saat ini melakukan droping air bersih setiap hari, terutama ke wilayah Kecamatan Anggana dan Sangasanga yang terdampak intrusi air laut.

“Setiap hari kami dropping, membantu ke sana,” kata Suparno Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, Perumda Tirta Mahakam mengerahkan armada mobil tangki yang dimiliki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Sementara untuk memenuhi kebutuhan air baku, pihaknya juga berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kencana Samarinda.

Menurutnya, terdapat instalasi pengolahan air di Samarinda yang tidak terdampak air asin. Sumber air tersebut dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kukar yang mengalami intrusi air laut.

“Kalau di Samarinda juga asin, kami ambil lagi dari Loa Janan. Mekanismenya seperti itu,” jelasnya.

Suparno menegaskan, operasional pelayanan air tetap dilakukan apabila kualitas air masih melampaui ambang batas pada waktu tertentu. Namun, masyarakat akan diberikan pemberitahuan bahwa air tersebut hanya direkomendasikan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), serta tidak untuk dikonsumsi.

“Kalau melampaui ambang batas pada jam-jam tertentu, tetap kami operasikan, tetapi dengan pengumuman bahwa air yang dialirkan hanya disarankan untuk MCK dan tidak untuk konsumsi,” ujarnya.

Saat ini, dampak intrusi air laut disebut masih terkonsentrasi di wilayah pesisir seperti Anggana dan Sangasanga. Sementara wilayah pelayanan lainnya masih relatif aman karena kondisi sumber air baku masih berjalan normal.

Suparno juga mengingatkan bahwa kondisi intrusi air laut berpotensi semakin cepat dan tinggi ketika debit Sungai Mahakam menurun pada musim kemarau. Karena itu, hujan di wilayah hulu menjadi salah satu faktor penting untuk menahan masuknya air laut ke sungai.

“Kami harapkan hujan itu ada di wilayah hulu, sehingga bisa menahan lajunya air laut yang masuk ke Sungai Mahakam,” katanya.

Kondisi serupa turut dirasakan masyarakat Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga. Lurah Pendingin, Rahmat Hidayat, mengatakan wilayahnya rentan mengalami air asin ketika musim kemarau akibat intrusi air laut.

“Kalau kemarau, di tempat kami memang riskan air asin karena terkena intrusi air laut,” kata Rahmat.

Menurutnya, persoalan paling terasa untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, seperti memasak, minum, dan kebutuhan bayi. Sementara untuk kebutuhan MCK, masyarakat masih relatif dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia.

Kekurangan air bersih juga tidak hanya dirasakan satu atau dua RT, tetapi terjadi di sejumlah wilayah Kelurahan Pendingin.

Pihak kelurahan telah berupaya menggandeng sejumlah perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum warga. Namun, penyalurannya masih dilakukan secara bertahap dan bergiliran.

“Untuk air minum, ada juga pihak perusahaan yang membantu. Satu orang mendapat sekitar 10 galon, tetapi penyalurannya sebulan sekali dan bergiliran,” jelasnya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1.000 hingga 1.200 kepala keluarga, bantuan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, ditribusi air bersih biasanya diberikan kepada dua hingga tiga RT dalam satu pekan secara bergiliran.

Rahmat mengatakan, durasi kekeringan dan perubahan kualitas air sangat bergantung pada intensitas hujan. Wilayah Pendingin yang berada dekat dengan Sungai Mahakam cenderung lebih cepat kembali tawar setelah hujan turun.

“Kalau di Pendingin, karena langsung ke Mahakam, kalau beberapa kali hujan airnya bisa kembali tawar. Tetapi kalau di Sangasanga, meskipun hujan, bisa tetap asin sampai tiga atau empat bulan,” ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah dan perusahaan di sekitar wilayah terdampak dapat terus diberikan selama musim kemarau berlangsung.

“Semoga ada kontribusi dari perusahaan dan pemerintah. Kalau dari pemerintah mungkin terbatas karena kondisi seperti ini juga terjadi di banyak daerah. Jadi kami berharap perusahaan-perusahaan yang terdekat bisa membantu,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *