Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kemarau Surutkan Danau Tanjung Sarai, Kunjungan Wisatawan Ikut Menurun

208
×

Kemarau Surutkan Danau Tanjung Sarai, Kunjungan Wisatawan Ikut Menurun

Share this article
Kondisi Objek Wisata Danau Tanjung Sarai, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Pemdes Kedang Murung)
Kondisi Objek Wisata Danau Tanjung Sarai, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Pemdes Kedang Murung)
Example 468x60

KUKAR: Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas pariwisata. Salah satunya terjadi di objek wisata Danau Tanjung Sarai, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, yang mengalami penyusutan debit air cukup signifikan.

Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, mengatakan kondisi Danau Tanjung Sarai saat ini mengalami penyurutan hingga sebagian kawasan danau tidak lagi digenangi air. Kondisi tersebut membuat pemandangan di sekitar danau berubah drastis.

“Surutnya sampai jauh. Habis, tidak ada lagi air, cuma tanah saja yang kelihatan,” kata Junaidy kepada dutakaltimnews.com Senin (10/8/2026).

musim kemarau

Meski kondisi air danau menyusut, sejumlah fasilitas wisata masih dapat digunakan. Salah satunya wahana perosotan yang hingga kini masih beroperasi.

“Perosotan masih jalan, itu saja. Cuma sekarang penggemarnya agak kurang,” ujarnya.

Menurut Junaidy, selain dipengaruhi kondisi danau yang surut akibat kemarau, menurunnya jumlah pengunjung juga dipengaruhi adanya berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Kota Bangun, termasuk pertandingan sepak bola.

“Kalau di wisata memang agak kurang di Tanjung Sarai,” katanya.

Junaidy berharap kondisi tersebut dapat kembali membaik setelah musim kemarau berakhir. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Saya mengimbau seluruh warga jangan membakar api yang sangat membahayakan, terutama saat mereka membersihkan ladang atau kebun. Jangan dibakar untuk sementara, karena sering terjadi kebakaran rumput,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, Sadli, mengatakan pihaknya memahami kondisi kekeringan dan surutnya air Danau Tanjung Sarai sebagai dampak musim kemarau.

Menurutnya, penurunan debit air tersebut tentu berpengaruh terhadap aktivitas wisata, khususnya wisata susur danau, penggunaan perahu, serta kunjungan wisatawan yang ingin menikmati keindahan danau secara optimal.

“Kondisi kekeringan dan surutnya air di Danau Tanjung Sarai Desa Kedang Murung Kecamatan Kota Bangun merupakan dampak dari musim kemarau. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap aktivitas wisata, terutama wisata susur danau, penggunaan perahu, serta kunjungan wisatawan yang ingin menikmati keindahan danau secara optimal,” jelas Sadli.

Namun, menurut Sadli, surutnya air tidak selalu berarti destinasi wisata harus berhenti dikunjungi. Kondisi tersebut justru dapat menghadirkan daya tarik alam yang berbeda apabila dikelola dan dipromosikan dengan tepat.

“Pada kondisi tertentu, kawasan danau yang surut justru dapat menghadirkan daya tarik alam yang berbeda, seperti hamparan tanah menyerupai pantai, pemandangan matahari sore, maupun lokasi swafoto,” ujarnya.

Ia menyebut fenomena serupa di sejumlah danau di Kukar sebelumnya juga dapat menarik pengunjung. Meski demikian, aspek keselamatan wisatawan dan kelestarian lingkungan tetap harus menjadi perhatian.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Kukar mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melakukan pemantauan kondisi destinasi secara berkala dan menyampaikan informasi secara terbuka melalui media sosial.

Promosi wisata, kata Sadli, juga tidak harus selalu menampilkan kondisi danau ketika debit air normal. Pengelola dapat menawarkan pengalaman wisata alternatif yang aman ketika air danau sedang surut.

“Promosi sebaiknya tidak hanya menampilkan kondisi danau saat normal, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata alternatif yang aman ketika debit air sedang surut,” katanya.

Sadli berharap seluruh destinasi wisata danau di Kukar dapat dikelola secara adaptif dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi akibat musim kemarau.

“Harapannya, wisata danau di Kutai Kartanegara dapat dikelola secara adaptif dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *