Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Basuki Hadimuljono Sebut Budaya Kutai Jadi Inspirasi Pembangunan IKN

276
×

Basuki Hadimuljono Sebut Budaya Kutai Jadi Inspirasi Pembangunan IKN

Share this article
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono Saat Menghadiri Acara Ngulur Naga dan Belimbur, Erau Adat Kutai 2026 (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono Saat Menghadiri Acara Ngulur Naga dan Belimbur, Erau Adat Kutai 2026 (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Puncak Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono. Ia menyaksikan langsung rangkaian prosesi ngulur naga dan belimbur yang dipusatkan di halaman Museum Mulawarman, Tenggarong Minggu (27/9/2026).

Kehadiran Basuki menjadi salah satu momen menarik dalam puncak rangkaian Erau tahun ini. Pasalnya, kunjungan tersebut merupakan kali pertama dirinya menyaksikan secara langsung kemeriahan tradisi adat Kutai di Tenggarong sejak menjabat sebagai Kepala Otorita IKN.

Basuki mengatakan, kebudayaan memiliki peran penting sebagai pemersatu masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Erau juga menggambarkan hubungan antara pemimpin dan masyarakat serta hubungan manusia dengan alam.

kebersamaan

“Budaya merupakan pemersatu kita. Budaya memberikan kita gambaran bagaimana hubungan antara pemimpin dan masyarakatnya, pemimpin dan alamnya,” ujar Basuki.

Ia mengungkapkan, pembangunan IKN tidak hanya diarahkan menjadi ibu kota yang modern dan cerdas, tetapi juga tetap mempertahankan identitas serta kekayaan budaya lokal.

Basuki bahkan menyebut pelaksanaan Erau di Kutai Kartanegara menjadi salah satu inspirasi dalam pengembangan IKN, khususnya dalam rencana menghadirkan pusat kebudayaan yang merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.

“Kami ingin jujur mengatakan bahwa pembangunan IKN terinspirasi dengan kegiatan Erau di Kutai Kartanegara ini,” katanya.

Menurut dia, meskipun IKN dibangun dengan konsep kota modern dan smart city, keberadaan budaya lokal tetap harus dipelihara dan dikembangkan. Karena itu, Otorita IKN berencana menghadirkan Pusat Kebudayaan Nusantara di kawasan IKN.

Basuki menyebut budaya Kutai menjadi salah satu kekayaan yang akan diperkenalkan melalui pusat kebudayaan tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat nasional maupun internasional untuk mengenal, mengingat, dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Nusantara.

“Walaupun kami ditugasi untuk membangun ibu kota yang modern dan smart city, tetap kita harus memelihara budaya-budaya lokal kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah menjaga serta melestarikan Erau sebagai bagian dari warisan budaya.

Basuki berharap keberlangsungan Erau dapat terus berkembang dan menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi generasi muda.

“Tidak ada jalan lain kecuali kebudayaan yang dapat mempersatukan kita semuanya. Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi fondasi untuk kita bersatu ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mengenal budaya sebagai cerita dari masa lalu, tetapi turut terlibat dalam pelestariannya.

Menurut Sri, perkembangan teknologi, media sosial, seni, dan kreativitas dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Kutai dan Kalimantan Timur kepada khalayak yang lebih luas.

“Kita ingin generasi muda Kaltim bangga dengan budayanya dan mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” kata Sri.

Ia menjelaskan, rangkaian penutupan Erau memiliki berbagai prosesi adat yang sarat makna dan nilai bagi masyarakat Kutai. Karena itu, seluruh rangkaian prosesi perlu diikuti dengan penuh penghormatan.

Sri menegaskan, berakhirnya rangkaian Erau 2026 bukan berarti semangat dan nilai yang terkandung di dalamnya turut berakhir.

“Rangkaian Erau kita tutup, tetapi semangat Erau jangan kita tutup. Rasa syukur, kebersamaan, penghormatan terhadap adat, kecintaan terhadap budaya, serta hubungan yang baik antara kesultanan dan masyarakat harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura beserta keluarga dan kesultanan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, panitia pelaksana, pemangku adat, seniman, budayawan, komunitas, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang turut menyukseskan pelaksanaan Erau 2026.

Sri berharap pelaksanaan Erau tahun ini semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Kutai dan budaya Kalimantan Timur.

“Semoga apa yang kita laksanakan selama sepekan ini semakin memperkuat kecintaan kita terhadap budaya Kutai dan budaya Kalimantan Timur. Mari kita jaga warisan leluhur ini bersama-sama agar anak cucu kita dapat menyaksikan, mengenal, dan merasakan kemegahan Erau Adat Kutai,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *