KUKAR: Kondisi Jalan Yos Sudarso di RT 04 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mendadak semakin parah.
Baru dua hari setelah dilaporkan mengalami keretakan, badan jalan yang berada di tepian Sungai Mahakam itu amblas pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.
Kerusakan terjadi pada ruas jalan yang sebelumnya juga telah dua kali mengalami longsor. Ironisnya, penanganan terakhir di lokasi tersebut baru rampung sekitar Februari 2025 atau sekitar satu setengah tahun lalu.

Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah desa. Selain badan jalan, turap di sisi Sungai Mahakam juga ikut mengalami pergeseran.
“Kalau dilihat sekarang, turapnya juga ikut bergeser. Kemungkinan karena bagian bawahnya masih berlumpur, sehingga konstruksinya ikut bergerak,” ujar Erwin.
Menurutnya, persoalan tanah di kawasan tersebut perlu menjadi perhatian utama dalam menentukan metode penanganan. Ia berharap perbaikan tidak sekadar menutup bagian jalan yang amblas.
“Kalau memang masalahnya ada di kondisi tanah, jangan hanya ditutup atau ditimbun lagi. Harus dicari konstruksi yang sesuai supaya persoalan seperti ini tidak terus berulang,” katanya.
Erwin juga mengkhawatirkan kondisi jalan semakin parah apabila turun hujan. Pergerakan tanah yang sebelumnya menyebabkan keretakan kini telah berkembang menjadi amblas.
“Yang kami khawatirkan itu ketika hujan nanti. Sekarang memang masih panas, tetapi jangan sampai menunggu kembali runtuh baru ditangani,” tuturnya.
Karena ruas tersebut berstatus jalan nasional, Pemerintah Desa Jembayan akan segera melaporkan kondisi itu kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan.
“Kami akan segera bersurat ke balai. Kami laporkan kondisi yang ada di lapangan, kemudian untuk tindakan teknisnya nanti menjadi kewenangan pihak balai,” jelasnya.
Erwin mengatakan pemerintah desa menyerahkan metode penanganan kepada instansi berwenang, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan atau konstruksi lain yang dinilai lebih aman berdasarkan kajian teknis.
“Apakah nantinya perlu jembatan atau metode lainnya, kami serahkan kepada PU. Yang penting hasil akhirnya bisa membuat akses ini lebih aman dan tidak mudah rusak lagi,” katanya.
Di tengah terputusnya akses Jalan Yos Sudarso, pemerintah desa sebenarnya telah memiliki jalur alternatif yang menghubungkan Dusun Margasari dengan kawasan di sebelah Batalyon Armed 22/Kesumawira.
Jalur tersebut memiliki panjang kurang lebih 10 kilometer. Namun, belum seluruh ruasnya selesai dikeraskan sehingga belum sepenuhnya nyaman digunakan sebagai akses utama.
“Jalan alternatifnya sebenarnya sudah ada, bukan baru sebatas rencana. Hanya saja pengerjaannya belum selesai dan belum seluruhnya dilakukan pengerasan,” ungkap Erwin.
Akibatnya, masyarakat harus menggunakan jalur memutar jika ingin melewati akses alternatif tersebut.
Hingga saat ini pemerintah setempat tengah menyiapkan jalan alternatif, agar para pengendara bisa lewat baik ke Tenggorong maupun Samarinda. (and)

















