Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD KUTAI KARTANEGARA

DPRD Kukar Tinjau Korban Kebakaran di Jalan AM Alimuddin dan Salurkan Bantuan

212
×

DPRD Kukar Tinjau Korban Kebakaran di Jalan AM Alimuddin dan Salurkan Bantuan

Share this article
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meninjau langsung kondisi warga yang menjadi korban kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meninjau langsung kondisi warga yang menjadi korban kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turun langsung meninjau kondisi warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi permukiman yang terdampak sekaligus memastikan keadaan masyarakat setelah musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, DPRD Kukar juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran. Bantuan diberikan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang saat ini tengah menghadapi dampak dari musibah tersebut.

bntuan yg dikerahkan oleh dprd kukar

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengatakan kejadian kebakaran tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, musibah yang terjadi bukan hanya menjadi duka bagi warga yang terdampak, tetapi juga menjadi luka bagi masyarakat Kukar secara keseluruhan.

“Kami bersama seluruh wakil dari DPRD meninjau langsung kejadian kebakaran ini. Tentu ini menjadi luka kita semua, luka masyarakat Kutai Kartanegara. Kejadian hari ini harus betul-betul kita jadikan bahan evaluasi supaya ke depan tidak terulang lagi,” katanya.

Ia menilai kondisi permukiman yang cukup padat serta keterbatasan fasilitas dan akses jalan menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi. Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses penanganan ketika terjadi kebakaran, sehingga api berpotensi dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

“Karena kepadatan permukiman dan fasilitas jalan yang tidak memadai, akhirnya yang seharusnya hanya satu kebakaran, ternyata hampir semuanya terkena dampak. Kalau kita hitung, sekitar 62 kepala keluarga terdampak,” jelasnya.

Yani menegaskan, ke depan diperlukan penataan kembali kawasan permukiman agar masyarakat memiliki lingkungan yang lebih aman dan fasilitas yang memadai. Penataan tersebut tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga ketersediaan fasilitas umum, fasilitas sosial, serta akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran.

“Kami sangat prihatin. Ke depan, insyaallah, semoga ini bisa kita recovery, kita perbaiki dan ditata ulang, supaya fasilitas pemerintah, baik fasilitas umum maupun fasilitas sosial, bisa mencakup seluruh permukiman,” ujarnya.

Menurutnya, akses jalan harus menjadi salah satu perhatian utama dalam penataan kawasan. Sebab, ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, petugas harus dapat menjangkau titik kejadian dengan cepat tanpa terkendala kondisi lingkungan.

Selain menyoroti akses jalan, DPRD Kukar juga mendorong agar sarana pencegahan dan penanganan kebakaran tersedia di kawasan permukiman, khususnya wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Yani mengatakan, bantuan yang disalurkan DPRD merupakan bentuk kepedulian terhadap warga korban kebakaran. Ia juga mengajak masyarakat maupun pihak yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut membantu meringankan beban para korban.

“Secara simbolis kami memberikan bantuan apa adanya, ala kadarnya, dari seluruh anggota DPRD. Ini juga menjadi contoh kepada masyarakat kita yang kira-kira memiliki rezeki lebih,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memastikan kesiapan infrastruktur pemadam kebakaran di kawasan permukiman. Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya kembali menjadi kendala ketika musibah kebakaran terjadi.

“Terkait fasilitas, termasuk infrastruktur pemadam kebakaran, semuanya harus disiapkan dan disiagakan. Tidak boleh lagi ada celah bahwa fasilitas itu tidak ada, tidak sempat disiapkan atau tidak tersedia. Itu tidak boleh lagi,” tegas Ahmad Yani.

DPRD Kukar, akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan fasilitas dan penataan kawasan. Terlebih, wilayah dengan permukiman padat membutuhkan perhatian lebih agar risiko kebakaran dapat ditekan.

“Insyaallah, ke depan kita akan mengevaluasi semuanya dan memastikan fasilitas tersebut lengkap. Tidak boleh ada tempat, termasuk kawasan yang padat penduduk, yang tidak memiliki fasilitas memadai,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *