KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus memperkuat infrastruktur pendidikan tingkat SMP melalui program sarana dan prasarana tahun 2025. Fokus utama tahun ini adalah menyelesaikan proyek-proyek konstruksi yang sempat tertunda, terutama di wilayah hulu Kukar.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SMP Disdikbud Kukar, Mujahidin, menyebut bahwa program tahun ini menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
“Jadi memang kita harus menyesuaikan. Pembangunan fisik yang diutamakan adalah proyek-proyek KDP,” jelasnya, Jumat (16/5/2025).
KDP atau Kegiatan Dalam Pengerjaan merupakan proyek pembangunan yang sudah dirancang sejak tahun sebelumnya namun sempat batal karena rasionalisasi anggaran. Kini, proyek-proyek tersebut kembali dihidupkan, seperti pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi gedung sekolah.
Fokus pembangunan tahun ini diarahkan ke wilayah hulu Kukar seperti Kenohan, Muara Wis, dan Sebulu. “Ada sekitar 27 sampai 29 sekolah yang sudah mengusulkan pembangunan. Sesuai arahan pimpinan, kita prioritaskan penyelesaian di wilayah hulu lebih dulu,” terang Mujahidin.
Salah satu contoh nyata dari program ini adalah pembangunan di Desa Muara Siran yang sempat viral di media sosial karena kondisi ruang belajar yang memprihatinkan. “Sekolah di Muara Siran itu sudah kami bangunkan tiga ruang kelas baru dan satu toilet pada tahun 2025 ini,” ujarnya.
Sebelumnya, siswa di sekolah tersebut terpaksa belajar di teras dan ruangan non-kelas karena keterbatasan fasilitas. Bahkan ada ruangan yang seharusnya bukan kelas, tapi tetap digunakan untuk belajar karena tidak ada pilihan lain.
Mujahidin berharap program pembangunan tahun ini benar-benar mampu menjawab kebutuhan dasar pendidikan di daerah terpencil. “Insya Allah, kebutuhan penting seperti ruang belajar dan toilet akan terus kami dorong, supaya kualitas pendidikan di Kukar semakin merata,” pungkasnya. (Adv/dk)

















