Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah SD Ikut Lestarikan Budaya Lewat Penggunaan Baju Adat

340
×

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah SD Ikut Lestarikan Budaya Lewat Penggunaan Baju Adat

Share this article
bf7e36eb 27c0 4464 9427 85c075ad860a
Kabid Pendidikan SD Disdikbud Kukar Ahmad Nurkhalis .(Foto: and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan. Salah satunya dengan mendorong partisipasi sekolah dasar dalam menyukseskan pelaksanaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025.

Kabid Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, mengimbau seluruh kepala satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, agar aktif mengambil bagian dalam mendukung kegiatan Erau. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah dengan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui penggunaan baju adat.

“Kami dari Bidang SD menghimbau kepada seluruh kepala satuan pendidikan sekolah dasar untuk turut menyukseskan Erau. Salah satu bentuk dukungan adalah dengan mengingatkan kembali pentingnya tradisi, kebijakan lokal, dan kearifan lokal di Kutai Kartanegara. Penggunaan baju adat ini sebagaimana sudah dianjurkan oleh Bupati,” ujarnya Senin (22/9/2025)

Ahmad menjelaskan, penerapan penggunaan baju adat dapat dilakukan di lingkungan sekolah pada waktu tertentu. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan tenaga pendidik. Tujuannya agar kebijakan ini tidak memberatkan, sekaligus memberi teladan bagi peserta didik.

“Minimal, guru dan tenaga pendidik dapat mencontohkan dengan mengenakan pakaian adat selama kegiatan Erau berlangsung,” tambahnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya konkret untuk mengenalkan budaya daerah sejak dini. Tradisi mengenakan pakaian adat sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah di Kukar juga sudah terbiasa menggunakan baju adat pada hari-hari tertentu, seperti saat peringatan Hari Kamis Berbudaya, pelaksanaan upacara, maupun apel bersama.

Dengan kebiasaan ini, diharapkan para siswa semakin terbiasa, mengenal, serta mencintai warisan budaya leluhur. “Harapannya, kebijakan ini dapat menjadi langkah positif untuk mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini. Dengan demikian, anak-anak sebagai generasi penerus bisa semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya,” jelas Ahmad.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dalam kegiatan Erau menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dunia pendidikan terhadap pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Tidak hanya sekadar mengenakan pakaian adat, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memahami filosofi dan makna di balik tradisi Kutai.

Melalui peran pendidikan, Disdikbud Kukar optimistis nilai-nilai budaya lokal akan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Budaya adalah identitas kita, dan sekolah menjadi tempat terbaik untuk menanamkan nilai itu kepada anak-anak,” pungkasnya. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *