KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini masih minim sarana pendidikan dasar.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa pemerataan layanan PAUD menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak di pelosok, menurutnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang berkualitas.
“Tidak boleh ada kesenjangan. Anak-anak di desa terpencil harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama seperti di pusat kota. Itu sebabnya kami memperkuat program pemerataan layanan PAUD,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Disdikbud Kukar mencatat, dari ratusan lembaga PAUD yang ada, sebagian besar masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan wilayah padat penduduk. Sementara di beberapa kecamatan pedalaman, jumlah lembaga PAUD masih sangat terbatas.
Untuk mengatasi hal ini, Disdikbud Kukar mendorong berdirinya Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA) dengan mekanisme kemitraan bersama masyarakat dan pemerintah desa. Selain itu, program bantuan sarana dan pelatihan tenaga pendidik juga diarahkan lebih banyak ke wilayah yang belum terjangkau.
“Pendidikan usia dini bukan hanya soal ruang kelas, tapi juga tentang kesiapan tenaga pendidik dan fasilitas bermain yang sesuai standar. Karena itu, dukungan dari masyarakat, perangkat desa, dan dunia usaha sangat dibutuhkan,” jelas Pujianto.
Ia menegaskan, anak usia dini merupakan generasi yang akan menentukan masa depan Kukar. Oleh sebab itu, memberikan layanan pendidikan sejak dini adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.
“Kami berkomitmen memastikan setiap anak di Kukar, tanpa terkecuali, bisa tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkualitas,” pungkasnya. (Adv/and)

















