KUKAR: Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, kembali mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar. Kali ini, sejumlah kelompok tani di desa tersebut menerima bantuan hewan ternak sapi sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di sektor peternakan.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menyampaikan bahwa sudah ada dua kali bantuan yang diterima dari Dinas Peternakan Kukar.
“Bantuan pertama diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Purwajaya berupa sembilan ekor sapi. Bantuan tersebut disalurkan langsung di tingkat kabupaten sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan rakyat”, Jelasnya, Rabu (15/10/2025).
Kelompok tani Sumber Rezeki 2 juga mendapatkan bantuan berupa kandang sapi. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan dan perawatan hewan ternak agar lebih optimal. Dengan adanya kandang yang layak, para peternak dapat lebih mudah dalam mengatur pola pemeliharaan dan menjaga kesehatan hewan.
Melalui tiga kelompok tani yang ada di Desa Purwajaya, pemerintah juga menyalurkan bantuan sebanyak 35 ekor sapi Bali. Bantuan dalam jumlah besar ini menunjukkan keseriusan Dinas Peternakan dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui kegiatan beternak yang terarah dan berkelanjutan.
Adi Sucipto berharap, program bantuan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan bahwa pendampingan dari pihak terkait sangat dibutuhkan agar para peternak di Purwajaya memiliki kemampuan mandiri dalam mengelola dan menangani permasalahan ternak mereka.
“Kami berharap ada pembimbingan dan pendampingan bagi kelompok tani maupun peternak yang ada. Dengan begitu, jika suatu saat mereka menghadapi masalah terkait kesehatan atau perawatan ternak, mereka bisa menanganinya sendiri tanpa harus selalu meminta bantuan ke Dinas Peternakan di Tenggarong,” Ujarnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya berharap tambahan bantuan hewan ternak, terutama kambing dan sapi. Menurutnya, permintaan ini didasari oleh kebutuhan riil masyarakat yang saat ini tengah mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu sumber pendapatan utama.
“Desa kami memiliki 14 kelompok tani aktif yang membutuhkan dukungan di sektor peternakan. Jika jumlah ternak bisa ditambah, tentu dampaknya akan sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Ia menuturkan, bahwa Desa Purwajaya memiliki potensi lahan yang sangat mendukung untuk kegiatan peternakan. Wilayah di sekitar tambang memiliki banyak bahan pakan alami yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan ternak, sehingga biaya operasional bisa ditekan dan produktivitas meningkat.(*van/adv)

















