Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Danau Semayang Berubah Jadi Padang Rumput, Wisatawan Ramai Berkunjung

216
×

Danau Semayang Berubah Jadi Padang Rumput, Wisatawan Ramai Berkunjung

Share this article
Pesona Hamparan Hijau di Tengah Danau Semayang. (Dok. Pengelola Desa Wisata Pela, Alimin Ajarbaizan)
Pesona Hamparan Hijau di Tengah Danau Semayang. (Dok. Pengelola Desa Wisata Pela, Alimin Ajarbaizan)
Example 468x60

KUKAR: Hamparan rumput hijau kini membentang di tengah Danau Semayang, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemandangan tersebut muncul setelah permukaan air danau surut akibat musim kemarau, sehingga daratan yang sebelumnya terendam mulai terlihat dan ditumbuhi rerumputan.

Kemunculan hamparan hijau itu sontak menarik perhatian setelah foto dan video kawasan tersebut beredar di media sosial. Warga dari berbagai daerah pun penasaran dan datang langsung untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikan momen.

Pengelola Desa Wisata Pela, Alimin Ajarbaizan, menyebut pemandangan tersebut sekilas menyerupai hamparan rumput dalam serial anak-anak Teletubbies.

Daya tarik tersebut turut berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Sepanjang musim kemarau tahun ini, jumlah pengunjung ke kawasan Desa Wisata Pela diperkirakan mencapai 4.000 orang.

“Padahal, dalam kondisi normal, jumlah kunjungan hanya berada di angka sekitar 1.000 orang per bulan,” ungkapnya, Selasa (18/8/2026).

Alimin mengatakan peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat dalam dua pekan terakhir, terutama saat memasuki masa libur Agustus. Menurutnya, kemunculan hamparan rumput di tengah Danau Semayang menjadi salah satu faktor yang mendorong wisatawan datang.

“Karena mereka melihat di medsos kita. Nah, di situ mereka mengambil paket-paket, ada yang menginap, ada yang PP (pulang-pergi) dan macam-macam,” ujarnya.

Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Desa Pela. Pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara juga tercatat menyambangi kawasan tersebut.

Wisatawan asing yang berkunjung antara lain berasal dari Italia, Belanda dan Rusia. Sementara wisatawan domestik datang dari sejumlah kota, seperti Jakarta dan Bandung.

Meski demikian, kunjungan wisatawan lokal masih mendominasi, khususnya masyarakat dari Kota Bangun dan berbagai wilayah di Kukar.

Fenomena surutnya air danau membuat lanskap Danau Semayang berubah untuk sementara waktu. Saat permukaan air berada pada kondisi normal, daratan di tengah danau tidak terlihat. Namun ketika air menyusut, tanah perlahan muncul ke permukaan dan kemudian ditumbuhi rerumputan.

“Kondisi inilah yang kemudian menjadi atraksi wisata musiman bagi Desa Pela,” tuturnya.

Menurut Alimin, pengelola tidak menetapkan target khusus terhadap jumlah wisatawan. Pengembangan Desa Wisata Pela tetap mengedepankan konsep ekowisata dengan menyediakan berbagai pilihan paket sesuai kebutuhan pengunjung.

Paket wisata yang ditawarkan mencakup transportasi, penginapan atau homestay, konsumsi hingga berbagai aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan selama berada di Desa Pela.

Meningkatnya kunjungan wisatawan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pengunjung membuka peluang bagi warga untuk memperoleh tambahan penghasilan melalui berbagai layanan dan kebutuhan wisatawan selama berada di Desa Pela. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *