Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

DPRD Kukar Soroti Ancaman Alih Fungsi Sawah di Tenggarong Seberang

214
×

DPRD Kukar Soroti Ancaman Alih Fungsi Sawah di Tenggarong Seberang

Share this article
Anggota DPRD Kukar, Dedik Harianto
Anggota DPRD Kukar, Dedik Harianto
Example 468x60

KUKAR: Tenggarong Seberang menjadi salah satu kawasan yang berperan penting dalam menopang ketahanan pangan di Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, keberadaan lahan pertanian di wilayah tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan irigasi hingga ancaman alih fungsi lahan akibat aktivitas pertambangan.

Anggota DPRD Kukar, Dedik Harianto, mengatakan secara geografis Tenggarong Seberang memiliki potensi sumber air yang cukup besar karena terdapat sejumlah sungai yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan persawahan maupun perkebunan.

Meski demikian, menurutnya, dukungan terhadap sistem irigasi masih perlu ditingkatkan agar produktivitas pertanian dapat berjalan lebih optimal.

“Di sana banyak sungai besar yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan maupun perkebunan. Hanya saja, irigasinya masih perlu ditingkatkan karena saluran yang ada belum maksimal,” ujar Dedik Senin (28/9/2026).

Ia memahami pembangunan infrastruktur pertanian harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Namun, dukungan terhadap sektor pertanian dinilai tetap penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

Dedik juga menyoroti ancaman berkurangnya lahan pertanian di Tenggarong Seberang akibat masuknya sebagian wilayah pertanian ke dalam area pertambangan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama agar keberlangsungan sektor pertanian tidak hanya dipikirkan untuk kebutuhan saat ini.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Bhuana Jaya. Mayoritas masyarakat di desa tersebut menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Namun, keberadaan lahan persawahan mulai berkurang akibat aktivitas pertambangan.

“Kalau lahan pertanian terus berkurang, kita harus berpikir 10 atau 20 tahun ke depan. Ketika pertambangan sudah tidak ada, sementara keahlian masyarakat kita salah satunya bertani, lalu lahan pertaniannya sudah habis, mereka akan bekerja apa?” katanya.

Karena itu, Dedik mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pertanian maupun pertambangan. Ia menilai diversifikasi usaha dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Salah satu yang menurutnya memiliki peluang untuk dikembangkan adalah peternakan ayam petelur. Bahkan, ia mengaku telah mencoba beternak ayam petelur secara mandiri untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

“Kalau suatu saat kita sudah tidak bisa bertani, setidaknya masih ada pilihan lain, misalnya beternak. Ayam petelur bisa menjadi salah satu usaha karena setiap hari menghasilkan telur. Kalau tidak dikonsumsi, hasilnya bisa dijual untuk membeli kebutuhan lain seperti ikan dan sayuran,” jelasnya.

Selain mendorong masyarakat mencoba usaha alternatif, Dedik juga mengajak generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan ekonomi desa.

Menurutnya, anak-anak muda yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian maupun peternakan dapat dilibatkan untuk berbagi pengetahuan dan membantu masyarakat mengembangkan pola usaha yang lebih beragam.

“Anak-anak muda yang kuliah di jurusan pertanian dan peternakan saya rangkul. Mereka bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat. Jadi, kepedulian terhadap desa bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Camat Tenggarong, Sukono, mengatakan Tenggarong Seberang memang menjadi salah satu kawasan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan Kukar. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi petani tetap membutuhkan perhatian semua pihak.

Terlebih pada musim kemarau, ketersediaan air menjadi persoalan yang dapat menghambat aktivitas pertanian. Kondisi tersebut membuat petani membutuhkan dukungan agar tetap mampu mengelola lahan dan mempertahankan produktivitas.

“Musim kemarau membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk irigasi. Karena itu, perlu ada dukungan dan bantuan dari pemerintah agar petani tetap bisa bertani. Harapannya, kesejahteraan petani juga terus meningkat,” ujar Sukono.

Ke depan, penguatan infrastruktur irigasi, perlindungan lahan pertanian, serta pengembangan usaha alternatif dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat Tenggarong Seberang di tengah perubahan kondisi wilayah. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *